Presiden Barcelona daripada Kritik VAR Lebih Baik Evaluasi Ketimpangan Klub

Presiden Barcelona daripada Kritik VAR Lebih Baik Evaluasi Ketimpangan Klub – Isu Lionel Messi hengkang dari Barcelona menghangatkan dunia sepak bola. Beberapa media pun berspekulasi ke mana pemain asal Argentina itu akan pergi. Ada yang berspekulasi jika Messi akan mendarat ke Man City agar bisa bereuni dengan mantan pelatihnya di Barca, Pep Guardiola. Tidak sedikit juga yang berharap untuk pindah ke Juventus agar bisa menciptakan tandem dengan Cristiano Ronaldo. Andaikata isu itu menjadi kenyataan, rasanya bisa halo-halo.

Presiden Barcelona daripada Kritik VAR Lebih Baik Evaluasi Ketimpangan Klub

Bagi Barca sendiri, kepergian sang bintang bukan saja akhir dari sebuah era. Tetapi awal dari pembaharuan klub. Pembaharuan itu bisa saja diliputi masa-masa sulit. Apalagi tanpa persiapan khusus untuk menggantikan peran sang bintang. Tidak gampang menggantikan pemain yang berpengaruh pada penampilan tim. Messi sendiri sudah mempersembahkan banyak prestasi dan gelar selama lebih sedekade. Makanya, suporter Barca sangat menaruh respek kepada kapten tim Barca ini.

Isu kepergian dari pemain yang berjulukan “La Pulga” menyeruak saat mandeknya pembicaraan kontrak antara klub dan sang pemain. Mandeknya pembicaraan kontrak ini dikabarkan karena ketidaksenangan Messi pada manajemen klub sendiri. Manajemen klub itu tentang soal transfer dan dalam penanganan klub ini sendiri. Salah satu kekecewaan Messi saat klub gagal membawa kembali Neymar dari PSG pada awal musim ini. Ditambah lagi dengan kepergian bintang muda, Arthur Melo ke Juventus pada musim depan.

Namun, isu kepergian Messi itu ditepis oleh sang presiden klub, Josep Maria Bartomeu. Bartomeu mengatakan bahwa Messi akan tinggal di Barca hingga akhir kariernya (CNN.com 6/7/2020). Pernyataan Bartomeu ini keluar selepas Barca menang kontra Villareal 4-1. Pastinya, Bartomeu tidak ingin bintang klub itu pergi.

Bagaimana pun, Messi mempunyai kontribusi besar bagi klub hingga saat ini. Masih sangat sulit diprediksi kapan kemampuan Messi melemah. Karenanya, klub masih membutuhkan sentuhan magis dari pemain didikan La Massia ini. Selain itu, upaya mengamankan Messi adalah bagian dari upaya untuk mengamankan tempat pada pemilihan presiden klub pada Juni 2021. Mempertahankan Messi di klub bisa menjadi bekal bagi Bartomeu agar terpilih lagi pada pemilihan itu.

Bartomeu terlihat berada di posisi sulit bila menimbang penampilan Barca pada beberapa musim terakhir. Akan menjadi lebih rumit bila Bartomeu membiarkan Messi hengkan ke klub lain. Peluangnya untuk terpilih lagi menjadi presiden klub bisa saja tertutup rapat. Isu kepindahan Messi barangkali memusingkan kepala Bartomeu. Terlebih lagi, saat ini Barcelona berada di posisi ke-2. Beda 2 poin dari musuh bebuyutan, Real Madrid. Margin bisa melebar jika Real Madrid menang.

Di tengah isu seperti ini, sang presiden seyogianya melihat arti dan pesan dari isu yang beredar. Hemat saya, Messi pastinya sulit meninggalkan klub yang mempunyai keterikatan sejarah dengan dirinya. Boleh saja, Messi hanya memberikan pesan khusus lewat isu kontraknya kepada klub tentang situasi klub itu sendiri. Ketidaksenangan pemain di tim bisa saja bermuara dari manajemen klub sendiri. Ada yang tidak beres dan perlu dibenahi. Alih-alih memfokuskan pada isu yang meliputi Messi, Bartomeu seyogianya mulai berpikir untuk membenah sistem manajemen klub.

Pasalnya, penampilan Barca pada musim ini agak timpang. Di awal musim ini, Blaugrana gagal mendatangkan Neymar dari PSG. Cautinho yang berharga fantastis tetapi tidak menunjukkan performa terbaik dipinjamkan ke Bayern Munchen. Belum lagi, Dambele yang kerap cedera. Pembelian berharga mahal, tetapi mereka tidak menunjukkan kontribusi yang berarti bagi klub. Gagal memenuhi ekspetasi klub.

Belum lagi komposisi skuad Barca sendiri. Tidak sedikit pemain yang sudah berada di atas level 30-an tahun ke atas. Termasuk Messi. Para pemain ini masih mempunyai peran sentral di klub musim ini. Sebaliknya, El Real sedang memberdayakan pemain muda agar terjadi regenerasi di klub. Hasilnya cukup positif bagi El Real.

Rentetan persoalan ini adalah bagian dari manajemen klub. Klub seyogianya membenahi manajemennya agar penampilan tim kembali pada tren yang positif. Daripada berpikir tentang situasi Barca saat ini, Bartomeu malah mengeritik video assitant referee (VAR). Melansir berita dari Goal.com 6/7/20, Bartomeu mengatakan jika VAR selalu berpihak pada klub yang sama. Besar kemungkinan, kritik ini dilayangkan ke musuh bebuyutan, Real Madrid.

Entahkah sistem teknologi berpihak pada El Real ataukah tidak, Bartomeu perlu juga melihat penampilan Barca di musim ini. Tidak terlalu impresif. Pergantian pelatih di pertengahan musim tidak menjawabi persoalan. Terkesan tergesa-gesa. Barca sementara timpang. Berbeda dengan situasi El Real. Di tujuh pertandingan terakhir selepas jedah pandemi korona, El Real berhasil menyapu bersih kemenangan.

Sementara Barca hanya berhasil meraih 4 kemenangan dan 3 seri. Karena hasil ini, Barca harus merelakan posisi pertama ke tangan El Real. Dengan ini pula, El Real berpeluang menjadi juara La Liga musim ini. Barca siap gigit jari. Harapannya, kegagalan ini tidak menutup mata Bartomeu, presiden klub dalam melihat dan mencermati ketimpangan yang terjadi pada klub.

Sevilla Kandaskan Eibar Gelandang Ocampos Jadi Kiper

Sevilla Kandaskan Eibar Gelandang Ocampos Jadi Kiper – Lucas Ocampos dielu-elukan rekan-rekan setimnya sebagai pahlawan kemenangan dari Eibar. Pada laga yang digelar di Stadion Ramon Sanchez Pijuan, menjamu Eibar pekan ke 34 La Liga, Sevilla menang dengan skor 1-0, Selasa dinihari WIB. Sevilla unggul 1-0 di menit ke 56 lewat gol yang diciptakan Lucas Ocampos.

Sevilla Kandaskan Eibar Gelandang Ocampos Jadi Kiper

Sevilla Kandaskan Eibar Gelandang Ocampos Jadi Kiper

Ocampos yang berposisi sebagai gelandang, selain menciptakan gol kemenangan satu-satunya bagi timnya, ternyata dia juga sekaligus berposisi sebagai penjaga gawang di menit akhir laga. Di menit-menit akhir, penjaga gawang Sevilla, Tomas Vaclic harus ditandu keluar lapangan karena cedera. Sevilla tidak bisa menggantikan Vaclic karena sudah lima kali mengadakan pergantian pemain. Lalu posisinya lantas digantikan Lucas Ocampos sang pencetak gol tunggal. Dari seorang gelandang, kini Ocampos menjadi penjaga gawang!

Luar biasanya, Ocampos mampu mementahkan peluang yang dibuat kiper Eibar, Marko Dmitrovic. Dmitrovic sebagai kiper tapi dia ikut maju ke depan hingga mendekati gawang Sevilla. Namun Ocampos, sang kiper darurat, dengan cekatan mampu menepis peluang yang disepak Dmitrovic. Seusai laga, kontan Ocampos ditanggap pahlawan. Dia dielu-elukan rekan-rekan setimnya.

Gol yang diciptakan Ocampos di laga itu merupakan golnya yang ke 15 musim 2019-2020 ini. Berkat golnya itu, Ocampos berhasil mengokohkan timnya di posisi ke empat klasemen sementara dengan 60 poin dari 34 laga. Cuma terpaut dua poin dari Atletico Madrid di posisi ke 3 dengan 62 poin.

Di bawahnya, ada Villarreal di posisi ke 5 dengan 54 poin

Benar-benar momen yang aneh. Saya memang pernah latihan menjadi penjaga gawang. Tapi saya tidak membayangkan menjadi penjaga gawang nyata di menit-menit akhir laga,” tuturnya kepada Sportskeeda.
Gol yang diciptakan Ocampos di laga itu merupakan golnya yang ke 15 musim 2019-2020 ini.

Berkat golnya itu, Ocampos berhasil mengokohkan timnya di posisi ke empat klasemen sementara dengan 60 poin dari 34 laga. Cuma terpaut dua poin dari Atletico Madrid di posisi ke 3 dengan 62 poin.

Benar-benar momen yang aneh. Saya memang pernah latihan menjadi penjaga gawang. Tapi saya tidak membayangkan menjadi penjaga gawang nyata di menit-menit akhir laga,” tuturnya kepada Sportskeeda. Dalam kesempatan latihan menjadi kiper, Ocampos mengatakan pelatih kiper hanya memberi arahan sekedarnya. Yaitu jangan sekali-kali meninggalkan gawang, supaya tidak terjadi kesalahan. Memang bola mengarah ke saya dan saya bisa mengamankannya, tutur Ocampos.

Ocampos juga mengatakan kemenangan ini sangat penting buat timnya

Alhasil, dengan kemenangan di atas, tim asuhan Julen Lopetegui itu bermain gemilang, Sevilla mencatat 11 kali tak terkalahkan dalam laga-laga terakhirnya berturut-turut. Walau demikian, di kedepannya, Sevilla harus melewati laga-laga terjal menghadapi Real Sociedad dan Athletic Bilbao. Hingga pekan ke 34, Real dan Athletic Bilbao menduduki posisi ke 7 dan 8. Selanjutnya, dalam laga kandang, Sevilla bakal menjamu Valencia (9) dan Mallorca (18). Eibar sendiri masih rawan di zona degradasi. Saat ini di posisi ke 16 dengan 35 poin.

Uniknya, dalam dua laga ke depan di lanjutan La Liga, tim asuhan Jose Luis Mendlibar itu akan menghadapi Espanyol (posisi 20, paling buncit), dan Leganes (posisi 19, posisi kedua paling bawah). Empat laga tersisa menjelang akhir, kesempatan sangat baik bagi Eibar untuk memetik poin dari tim-tim di bawahnya dan menjauhkan diri dari zona degradasi.

Di San Siro Milan Membumikan Juventus Hanya Dalam Lima Menit

Di San Siro Milan Membumikan Juventus Hanya Dalam Lima Menit – Bagi penyuka band legendaris, Queen, pastinya sudah akrab dengan kalimat ini. Secara spontan, sampean (Anda) akan langsung berujar “ini kan kalimat pembuka lagu ini”. Ya benar. Itu merupakan kalimat pembuka lagu legendaris Queen, Bohemian Rhapsody. Meski, bila mencari liriknya di kolom pencarian Google, tidak tertulis kalimat itu. Sebab, lirik awalnya diawali MAMA.

Di San Siro Milan Membumikan Juventus Hanya Dalam Lima Menit

Pagi tadi, kalimat itu dipinjam oleh klub Italia, AC Milan untuk menggambarkan kemenangan luar biasa–untuk tidak menyebut sulit dipercaya–yang mereka raih atas Juventus pada pekan ke-31 Liga Italia. Milan yang sempat tertinggal dua gol oleh Juventus di awal babak kedua oleh gol Adrian Rabiot dan Cristiano Ronaldo, ternyata mampu melakukan come back. Di 30 menit terakhir, Milan bereaksi.

Bayangkan, hanya dalam lima menit, Milan mampu membalik ketertinggalan dua gol itu. Diawali oleh penalti Zlatan Ibrahimovic di menit ke-62 usai Leonardo Bonucci dinyatakan hand ball. Lalu Franck Kessie membelah pertahanan Juve di menit ke-66. Semenit kemudian, berawal dari dribble gagal Ronaldo, Rafael Leao melesat dari sisi kiri pertahanan Juve dan membalik skor 3-2 di menit ke-67.

Dan, ketika Ante Rebic mencetak gol keempat di menit 80 usai meneruskan sodoran Giacomo Bonaventura, akun Instagram resmi Milan langsung menulis narasi “Is this the real life? Is this just fantasy?” itu, sembari memajang foto selebrasi Rebic. Ya, kemenangan 4-2 Milan atas Juventus itu seolah sulit dipercaya. Sampai-sampai, akun Instagram resmi Milan pun sampai memunculkan pertanyaan: apakah itu nyata atau hanya fantasi.

Pun, bagi Milanisti, rasanya tidak mudah untuk percaya bila mendapati kabar ini dan belum melihat langsung skor akhir pertandingannya. Saya pun sempat tidak percaya. Apalagi, pagi tadi, sekitar pukul 04.00, ketika memantau pertandingan besar itu lewat live score, saya melihat Juventus sudah unggul 2-0 hingga menit ke-57.

Meski berharap AC Milan bisa membalik skor, tetapi saya juga mencoba berpikir rasional. Bahwa memang sulit menghadapi Juventus yang meraih empat kemenangan beruntun dan sedang semangat-semangatnya memburu gelar juara Liga Serie A Italia. Apalagi, beberapa jam sebelumnya, Juve pasti tahu bila sang pesaing utama, Lazio, kalah 1-2 di markas Lecce. Bila mampu menang atas Milan, Scudetto akan semakin dekat. Karenanya, Juve sangat termotivasi di San Siro.

Ketika Ronaldo mencetak gol kedua , pemain-pemain Juventus yang merayakan gol itu, seolah sudah yakin bahwa mereka akan meraih kemenangan di San Siro. Tapi, Milan rupanya belum menyerah. Semangat Milan untuk memenangi laga klasik ini ternyata lebih besar. Dan akhirnya, “hasil aneh” itulah yang terjadi di San Siro, Rabu (8/7/2020) dini hari tadi.

Milan berharap lolos ke Liga Champions, Pioli ingin pergi dengan kebanggaan

Milan, ketika banyak orang menyebut mereka klub yang kini hanya bisa mengagung-agungkan sejarah hebat di masa lalu, ternyata belum kehilangan identitasnya sebagai klub besar. Padahal, di musim ini, penampilan Milan terbilang labil. Angin-anginan. Bayangkan, tim sekelas Milan, pernah dibantai Atalanta 5-0 pada 22 Desember 2019 lalu.

Lalu, pada 9 Februari lalu, Milan juga kalah telak 2-4 dari Inter Milan di laga derby. Milan malah kalah dua kali dari Inter di musim ini. Belum lagi kekalahan dari tim ‘kecil’ seperti Torino dan Udinese. Tapi memang, Milan memperlihatkan kebangkitan setelah Serie A musim 2019/20 dimulai kembali (restart) pada 26 Juni lalu. Milan seperti punya energi baru usai tiga bulan off berkompetisi akibat masa pandemi.

Di empat pertandingan terkini Serie A, Milan tidak terkalahkan. Mereka menang 4-1 di markas Lecce (23/6), menang 2-0 atas AS Roma (28/6). Lalu bermain 2-2 dengan SPAL (1/7) setelah tertinggal dua gol. Hingga kemenangan atas Juventus dini hari tadi. Sayangnya, Milan harus merasakan dampak dari penampilan labil mereka sebelum masa pandemi lalu. Peluang mereka untuk lolos ke Liga Champions kini terbilang sangat kecil.

Di klasemen, Juve kini mengumpulkan 75 poin dari 31 pertandingan. Juve unggul 7 poin dari Lazio (68 poin) di peringkat 2 dengan jumlah laga sama. Memang, dengan Serie A menyisakan 7 laga, kemungkinan apapun masih bisa terjadi. Tapi, setelah Lazio terlihat ‘sakit’ usai kalah beruntun di dua laga terakhir, rasanya sulit membayangkan Sang Elang bisa melewati Juve.

Ah, juara urusan nanti. Terpenting sekarang, mari berharap semoga Serie A tidak kehilangan kejutan hingga akhir musim nanti. Kejutan seperti kemenangan Milan atas Juventus dini hari tadi.

Gol Bunuh Diri di Kandang Hotspur Jose Mourinho Tetap Lega

Gol Bunuh Diri di Kandang Hotspur Jose Mourinho Tetap Lega – Gol bunuh diri Michael Keane sudah cukup untuk memberi Tottenham Hotspur kemenangan kedua mereka dalam tiga pertandingan, saat mereka mengalahkan Everton 1-0. Laga mereka adalah yang ke-33, berlangsung pada Selasa dini hari WIB di Tottenhamhotspur Stadium, London.

Gol Bunuh Diri di Kandang Hotspur Jose Mourinho Tetap Lega

Gol Bunuh Diri di Kandang Hotspur Jose Mourinho Tetap Lega

Sesungguhnya laga ini sangat membosankan. Walaupun mereka bermain terbuka namun hanya sedikit terjadinya peluang mencetak gol. Mungkin lebih layak laga ini seharusnya berakhir dengan imbang. Bagi Jose Mourinho, ini adalah rekor yang menjadi kemenangannya ke 200 selama kiprahnya di Liga Premier sebagai pelatih kepala.

Sekaligus kemenangan malam ini membawa tim asuhannya berada diposisi kedelapan klasemen sementara dengan 48 poin. Posisi Hotspur hanya berbeda satu poin dengan Arsenal yang berada diperingkat ke-7 dengan 49 poin. Namun cukup jauh berjarak 9 poin dengan Chelsea diposisi 4, zona Liga Champions dengan 57 poin.

Untuk laga selanjutnya pada matchweek ke-34, Spurs akan bertandang ke Vitality Stadium, markas AFC Bournemouth, pada Kamis 9 Juli 2020 atau Jumat dini hari WIB. Catatan Premierleague.com (7/7/20), Hotspur dan Everton seimbang dalam penguasaan bola. Mereka silih berganti melakukan serangan ke gawang lawan.

Malam itu Mourinho menerapkan skema 4-3-3 dengan trio penyerang Son Heng min, Lucas Moura dan Harry Kane. Ditunjang trio lini tengah Spurs yaitu Sissoko, Harry Winks dan Giovani Lo Celso. Sementara itu di belakang ada duet bek tengah Toby dan Erik Dier yang setia mengawal kiper Hugo Lloris. Duet full beknya adalah Ben Davies dan Serge Aurier.

Gol bunuh diri itu terjadi ketika laga berjalan 24 menit. Keane, Bek tengah The Toffees ini tidak memiliki kesempatan untuk menghindar ketika tendangan keras Giovani Lo Celso memantul lalu melewati kiper Everton, Jordan Pickford yang tidak berdaya. Duet bek tengah Everton asal England, Mason Holgate dan Michael Keane yang diturunkan Carlo Ancelotti malam itu sebenarnya cukup solid menjaga Harry Kane dan Son.

Begitu juga full back mereka, Lucas Digne yang sering melakukan overlap ke area penalti Hotspur. Dia mendukung duet penyerang Everton, Richarlison dan Dominic. Peluang kedua tim juga berimbang. Hotspur memiliki 12 peluang, dua tembakan tepat sasaran. Sedangkan Everton 11 peluang dengan tiga tembakannya on target.

Tendangan penjuru mereka juga berimbang yaitu lima kali untuk Spurs dan 6 kali untuk Everton. Gambaran yang menunjukkan bahwa mereka saling melakukan serangan satu sama lain. Setelah gol bunuh diri itu, Spurs punya lagi satu peluang. Son Heung-min nyaris saja menggandakan keunggulan di awal babak kedua tetapi tembakannya melebar ke sisi gawang Pickford.

Son juga dua kali berhadapan langsung dengan kiper Everton itu namun tendangannya berhasil diredam dengan baik oleh Pickford. Sepanjang babak kedua itu, Evertonpun berjuang untuk menemukan jawaban dalam upaya menyamakan kedudukan.

Ada peluang emad beberapa saat sebelum akhir laga. Sundulan Dominic Calvert-Lewin diselamatkan oleh Hugo Lloris dan Djibril Sidibe melakukan tendangan langsung namun melebar ke sisi tiang gawang Hugo Lloris. Kedudukan tidak berubah hingga akhir, Hotspur menang 1-0 atas Everton. Kemenangan ini juga memperpanjang sejarah pertemuan mereka. Hotspur memenangkan 28 laga dari 57 pertemuan dimana terjadi 21 laga berakhir draw. Everton hanya memiliki 8 kali menang.

Selamat untuk Jose Mourinho dan jangan berkecil hati untuk Everton dibawah asuhan Carlo Ancelotti. Perjalanan kompetisi masih panjang hingga akhir Juli nanti.

Jamie Vardy Jawab Pertanyaan MU Nantikan Chelsea Tersandung

Jamie Vardy Jawab Pertanyaan MU Nantikan Chelsea Tersandung – Jaime Vardy belum terkejar dalam perolehan gol sebagai top skorer sementara Premier League musim 2019/2020. Menghidangkan kopi ke tamunya di King Power Stadium, Jamie Vardy menambah pundi-pundi golnya menjadi 21 gol dan tetap menjadi top skorer sementara Liga Inggris.

Jamie Vardy Jawab Pertanyaan MU Nantikan Chelsea Tersandung

Jamie Vardy Jawab Pertanyaan MU Nantikan Chelsea Tersandung

Vardie mencetak dua gol di menit ke 78 dan di masa injury time babak kedua. Sedangkan satu gol lainnya disumbangkan oleh Kelechi Iheanacho di menit ke 4 babak kedua. Sebelum bentrok pekan ke 33 itu orang sempat bertanya-tanya, ada apa dengan Jaime Vardy. Sebab pada empat laga sebelumnya, Vardie belum juga mencetak satu gol pun, kendati dia masih teratas pencetak gol sementara (19).

Laga terakhir dimana Vardie mencetak gol adalah pada bulan Maret lalu saat timnya menggulung Aston Villa dengan 4-0. Vardie mencetak dua gol kala itu. Hingga pekan ke 33 selain Vardie (21 gol), top skorer ke 2 hingga ke 5 masing-masing ditempati oleh Pierre Emerick Aubemeyang, Arsenal, dengan 19 gol. Danny Ings, Southampton, dengan 17 gol. Mohamed Salah, Liverpool, dengan 17 gol. Dan Sergio Aguero, Manchester City, dengan 16 gol.

Termasuk yang teranyar, Opta mencatat Vardie sudah membukukan 101 gol di Liga Inggris. Alhasil, Vardie menjadi punggawa Leicester City pertama yang berhasil mencetak gol sampai 100 lebih, setelah terakhir kalinya dibuat oleh Arthur Lochhead di musim 1933-1934. Liverpool yang sudah juara dengan rekor 7 laga tersisa, nampaknya bakal sulit untuk memforsir punggawanya Mohamed Salah (17 gol) untuk menyusul Jamie Vardy di puncak.

Menyisakan 5 tersisa, mampukah Liverpool menciptakan rekor lain? Jika memenangkan ke 5 laga pamungkas ini, poin Liverpool di akhir akan menjadi 104. Rekor selama ini dipegang oleh Manchester City dengan 100 poin yang kampiun musim lalu. Liverpool kini tinggal menikmati kemenangannya, mereka tentunya tidak akan resah dan gelisah. Tim asuhan Juergen Klopp itu cuma melihat saja tim-tim di bawahnya saling sengit berebut posisi Liga Champions.

Tim yang berhak mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan adalah tim yang menduduki minimal empat besar di akhir kompetisi domestik. Manchester City cukup mantap di posisi ke 2, sedangkan Leicester City dan Chelsea saling mewaspadai satu sama lain di posisi ke 3 dan 4. Tim yang paling ditakutkan dalam perebutan Liga Champions ini adalah Manchester United. Pada laga terakhirnya, Manchester United kembali memetik 3 poin penuh dari laga yang dimainkan di Old Trafford, pekan ke 33,
Tuan rumah menang 5-2 dari Bournemouth.

Sempat ketinggalan 0-1 oleh gol yang diciptakan Junior Stainslas, namun MU tidak patah semangat, babak pertama MU malah unggul 3-1. ayang-bayang tim yang sengit memperebutkan zona Liga Champions terlihat dari tim-tim Wolverhampton Wanderers, Arsenal, hingga Sheffield United.

Sheffield United siap menggeser posisi Arsenal satu strip di atasnya jika menang di pekan ke 33 nya. Tottenham Hotspur masih berharap dapat lolos ke Liga Champions, setidaknya menduduki posisi ke 5 klasemen akhir. Pelatihnya, Jose Mourinho berharap semoga Manchester City dilarang ikut Liga Champions. Beberapa waktu lalu, heboh disinyalir Manchester City terlibat aturan financial fair play, atau penggelembungan dana.

Jika terbukti, maka jatah tim yang berjuluk The Citizens itu akan diberikan kepada lima besar.