Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold – Dalam laga melawan Crystal Palace, Kamis dini hari (25/6/20), ada sosok muda berusia 19 tahun yang diturunkan pelatih Jurgen Klopp pada 15 menit sebelum laga berakhir. Siapakah dia? Neco Williams. Benar, pemain muda Liverpool kelahiran Wrexham, Wales 13 April 2001 ini masuk dari bangku cadangan menggantikan Trent Alexander-Arnold. Ini adalah debutnya di Premier League dalam kemenangan The Reds empat gol tanpa balas atas Crystal Palace pada matchweek 31.

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold

Menurut Alexander Arnold, ada nilai tambah dari pemain remaja ini yang membuatnya layak bermain. Sikap dan etos kerja yang membuat Neco Williams melakukan debutnya di Liga Premier untuk Liverpool.Bek sayap remaja Williams bermain sangat impresif dan mengesankan selama penampilan perdananya diajang kompetisi tertinggi di Inggris tersebut.

Alexander-Arnold sendiri menyukai apa yang dilihatnya selama laga berlangsung. Apalagi dia merasa bangga dengan pencapaian Williams sebagai sesama lulusan Akademi Liverpool.
Dalam laga melawan Crystal Palace, Kamis dini hari (25/6/20), ada sosok muda berusia 19 tahun yang diturunkan pelatih Jurgen Klopp pada 15 menit sebelum laga berakhir. Siapakah dia? Neco Williams.

Benar, pemain muda Liverpool kelahiran Wrexham, Wales 13 April 2001 ini masuk dari bangku cadangan menggantikan Trent Alexander-Arnold. Ini adalah debutnya di Premier League dalam kemenangan The Reds empat gol tanpa balas atas Crystal Palace pada matchweek 31. Menurut Alexander Arnold, ada nilai tambah dari pemain remaja ini yang membuatnya layak bermain. Sikap dan etos kerja yang membuat Neco Williams melakukan debutnya di Liga Premier untuk Liverpool.

Bek sayap remaja Williams bermain sangat impresif dan mengesankan selama penampilan perdananya diajang kompetisi tertinggi di Inggris tersebut. Alexander-Arnold sendiri menyukai apa yang dilihatnya selama laga berlangsung. Apalagi dia merasa bangga dengan pencapaian Williams sebagai sesama lulusan Akademi Liverpool. Williams selama ini telah mendapat banyak manfaat dari lingkungan elit yang dibina oleh Jurgen Klopp di Melwood, Pusat Latihan Liverpool.

Neco Williams Mengunggah Pernyataan Kegembiraannya Di Akun Medsos Miliknya

Penuh kegembiraan untuk membuat debut liga utama saya malam ini tetapi yang lebih penting untuk mendapatkan tiga poin permainan kami yang berkelas. Menurut Transfernarkt.com (25/6/20), Williams memiliki catatan bermain bersama Liverpool. Sebanyak 23 laga diajang Premier League U-18, 4 laga di FA Cup, 2 laga di EFL Trofi dan debut di Premier League kemarin.

Total bermain bersama Liverpool U-19 sebanyak 33 laga. Bersama Liverpool U-23 sebanyak 25 laga dengan torehan dua gol dan dua assis. Sedangkan bermain bersama tim utama Liverpool baru 6 laga termasuk debutnya di Premier League. Kiprah cemerlang Williams dalam debut melawan Crystal Palace disambut gembira seniornya, Trent Alexander-Arnold.

Hanya keinginan untuk belajar dan meningkatkan skill setiap hari. Anda bisa melihatnya berkembang dan mengambil hal-hal kecil setiap hari – juga dengan semua pemain muda – dan saya pikir tidak ada tempat yang lebih baik bagi pemain muda selain di Liverpool. Sebenarnya bek sayap remaja ini telah melakukan penampilan senior pertamanya untuk Liverpool di Piala Carabao Oktober tahun lalu. Saat itu The Reds menang dengan mendebarkan atas Arsenal.

Saya akan mengatakan bahwa sejak Anda masih kecil, Anda pasti bermimpi membuat debut Liga Premier. Membuatnya musim ini akan menjadi prestasi besar,” kata pemain internasional Wales U-19, Neco Williams kepada Liverpoolfc.com (29/6/20).

Debut tersebut membuat Williams bertekad untuk terus menunjukkan performanya. Kesungguhan dan fokus dalam berlatih dan menjaga dengan disiplin kebugarannya. Anak muda ini selalu berharap kepada Jurgen Klopp, agar bisa kembali mendapat kesempatan bermain dalam laga Liverpool mendatang. Neco Williams juga menganggap bahwa inilah saatnya para pemain muda Liverpool mulai beraksi. Jurgen Klopp tahu benar kapan para pemain muda ini turun ke lapangan hijau bersama Tim utama Liverpool.

Tujuh sisa laga Liverpool setelah mereka memastikan juara, merupakan kesempatan pemain muda seperti Neco William menunjukkan performanya. Penting bagi Klopp mematangkan pemain pemain mudanya untuk menyiapkan mereka sebagai pelapis yang sudah siap menghadapi kompetisi musim depan.

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan – Sulit untuk mengingat, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir, karier pesepakbola papan atas yang memudar dengan sangat spektakuler seperti yang dialami Alexis Sanchez. Pada Januari 2018, pemain depan itu menjadi subjek tarik ulur antara dua klub Manchester.

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan

Baik City dan United begitu ngotot untuk mendatangkan sosok yang telah menghidupkan Liga Primer bersama Arsenal. United menang, tetapi itu terbukti menjadi kemenangan semu, karena Alexis segera memasuki kemerosotan yang dalam dan tampaknya tidak dapat dipulihkan di Old Trafford. Bakat itu tetap ada. Di salah satu dari beberapa kesempatan, Sanchez telah diberi menit bermain bersama tim utama, dan di Copa America 2019, dia adalah salah satu pemain terbaik di turnamen, ketika ia mengantar Chile ke semi-final meski akhirnya tidak berhasil untuk meraih gelar juara ketiga beruntun.

Fakta tersebut, serta janji untuk karier baru lewat status pinjaman di Inter Milan di bawah pengagum lama Antonio Conte, tampaknya menunjukkan bahwa 2019/20 akan membawa keberuntungan yang lebih baik setelah 18 bulannya di United. Malang bagi Alexis, bahwa transfer pinjaman itu juga gagal untuknya. Sang penyerang hanya membuat dua penampilan sebagai starter di Serie A hingga saat ini – jumlah yang sama seperti di tingkat internasional – karena kombinasi masalah cedera dan bagusnya kerja sama yang dibangun Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di lini depan.

Ketika Alexis bermain, ia tampak lamban, tidak stabil dan tidak berbentuk. Ia pun hanya menyumbang satu gol bagi Inter.Kegagalannya yang berulang adalah sebuah misteri, bahkan bagi mereka yang mengenal kehebatan mantan pemain Barca, Arsenal dan Udinese tersebut.

Terkadang, di sepakbola, tidak ada penjelasan untuk setiap hal yang terjadi,” kata Ander Herrera, mantan rekan setimnya di United, kepada The Athletic. Alexis adalah salah satunya. Dia datang dari Arsenal. Dia dulu bisa memenangkan pertandingan sendirian untuk Arsenal.

Itu menunjukkan sepakbola terkadang tidak memiliki penjelasan. Bagaimana seorang pemain, yang satu bulan sebelumnya, dua bulan sebelumnya, adalah pemain terbaik di tim besar seperti Arsenal… kemudian dia datang ke United dan justru tidak tampil bagus? Saya tidak punya penjelasan. Di usia 31, Alexis seharusnya berada di masa keemasannya, tetapi di antara kesengsaraan kariernya bersama United, rasa frustrasi di Inter dan masalah virus corona, dia mendapati tahun ini sebagai kesialan terburuk.

Untuk saat ini, dia masih memiliki peran kecil di San Siro, dengan Inter praktis keluar dari balapan Scudetto dan baru saja terlempar dari semi-final Coppa Italia, namun mereka masih punya Liga Europa. Akan tetapi, klub Italia itu diyakini hanya ingin mempertahankan jasanya setidaknya sampai masa pinjamannya kedaluwarsa pada 30 Juni.

Apa Yang Terjadi Setelah Itu Tetap Menjadi Misteri

Apa Yang Terjadi Setelah Itu Tetap Menjadi Misteri

Kami akan banyak mengandalkan Alexis Sanchez untuk akhir musim ini, kata direktur olahraga Inter Piero Ausilio kepada Sky Sport tentang peluang bintang Chile itu untuk tetap berada di Milan di luar kampanye 2019/20. Ini akan menjadi ujian yang jelas baginya. Kemudian, kita lihat nanti ke depan.”

Juga bagi United, mereka harus memutuskan apakah tetap mempertahankan si pemain, yang gajinya kabarnya dibantu dibayar seperempatnya oleh Inter sebagaimana ia memiliki pendapatan raksasa di angka £400.000 ($500.000) per minggu – biaya yang harus United keluarkan setelah menikung City – atau mencari pelamar lain di pasar transfer.

Adapun pandemi Covid-19 pasti menghadirkan frustrasi ganda bagi Alexis. Masalah ini bukan hanya memundurkan jadwal Copa America 2020 – platform yang memungkinkan bakatnya untuk dilirik klub lain – dan itu juga membatalkan dua partai kualifikasi Chile di Piala Dunia 2022, melawan Uruguay dan Kolombia.

Apa pun yang bisa dikatakan tentang Alexis, ia jarang mengecewakan ketika mengenakan jersey merah tempat kelahirannya, dan pertandingan-pertandingan itu pastinya akan sangat berharga tidak hanya untuk menunjukkan bahwa bakatnya belum habis, tetapi juga demi mendapatkan performanya kembali dan kepercayaan diri yang nanti dibawa ke level klub.

Saat ini, dia harus puas dengan peran yang identik dengan yang ia mainkan sebelum lockdown: menghabiskan waktu panjang di bangku cadangan untuk menonton Lukaku dan Lautaro berkilau, sedangkan ia harus puas untuk menjadi cameo. Namun, pada titik ini, Alexis harus mengambil setiap kesempatan yang didapatnya untuk membuktikan bahwa kemerosotan yang panjang ini dapat dihentikan; jika tidak, kariernya di kalangan elite sepakbola mungkin akan berakhir.

Jangan Sedih Ya Guys, 4 Mega Transfer Ini Susah Berlangsung Musim Panas Ini di Premier League

Sesudah berhenti karena virus corona, Premier League akan diteruskan kembali lagi. Semasa pertandingan kelas paling tinggi di Inggris itu vakum, isu transfer yang tersebar semakin menggila.

Bundesliga buka jalan buat Premier League untuk mengakhiri musim 2019-20. Premier League kembali lagi diteruskan mulai 18 Juni sesudah pernah dibatalkan semenjak Maret karena epidemi Covid-19.

Beberapa fans Premier League juga penuh berharap melihat kembali lagi team kebanggaan mereka. Ini membuat isu di bursa transfer berkurang.

Timo Werner diberitakan akan masuk dengan Chelsea. Disamping itu, ada beberapa kabar transfer yang belum dapat dibuktikan kebenarnya.

Berikut empat pertaruhan transfer Premier League yang tidak kemungkinan berlangsung pada panas musim ini seperti diambil dari Ronaldo.com.

Kalidou Koulibaly ke Liverpool

Merekomendasikan Manager Liverpool Jurgen Klopp untuk mengambil Kalidou Koulibaly ialah tidak logis. Karena, juru strategi asal Jerman itu sudah meratapi beberapa pemain Afrika yang tinggalkan pertandingan ditengah-tengah musim untuk Piala Afrika serta tidak mau pemain yang lain pergi.

Disamping itu, Napoli tidak ingin kurangi nilai transfer Koulibaly serta Liverpool kekurangan uang. Group Olahraga Fenway tidak memompa uang serta The Reds mempunyai stock yang baik di baris belakang.

Olivier Giroud ke Tottenham Hotspur

Pemain tengah Chelsea Willian berkesempatan untuk reuni dengan Jose Mourinho di Tottenham Hotspur. Peluang Olivier Giroud akan masuk dengan club London Utara itu.

Tetapi, Manager Chelsea Frank Lampard masih meyakini Giroud. Dia mustahil biarkan penyerang asal Prancis itu ke si lawan.

Paul Pogba ke Real Madrid

Tidak bisa dipungkiri bukti jika pelatih Real Madrid Zinedine Zidane inginkan Paul Pogba di Santiago Bernabeu. Tetapi. itu tidak terjadi.

Real Madrid tidak mempunyai uang tunai untuk tindak lanjuti kemauan Zidane. Disamping itu, Los Blancos mempunyai beberapa pemain dengan upah selangit.

Karenanya, Real Madrid perlu singkirkan Gareth Bale serta James Rodriguez sebelum mengambil Paul Pogba.

Kai Havertz ke Chelsea

Direktur Olahraga Chelsea sudah menambuh genderang perang di bursa transfer panas musim ini. Selesai memperoleh Hakim Ziyech serta akan masuknya Timo Werner, The Bluesa sekarang dihubungkan dengan pemain tengah Bayer Leverkusen Kai Havertz.

Diperkirakan transfer ini tidak berlangsung. Bayer Leverkusen tidak mengalah pada permohonannya serta Manager Chelsea Frank Lampard punyai ruang lain yang penting diperkokoh.

Real Madrid ialah arah yang semakin sesuai kenyataan untuk Havertz.

Sumber asli: Ronaldo.com

3 Pemain Manchester United yang Dipinjami ke Club Lain serta Peluang Tidak Kembali pada Old Trafford

Jakarta – Manchester United mempunyai gagasan transfer yang berambisi di panas musim ini. Ole Gunnar Solskjaer merencanakan datangkan beberapa pemain lagi untuk tingkatkan kemampuan skuadnya. Untuk resikonya akan ada pemain jadi tumbal.

Solskjaer awalnya telah datangkan beberapa pemain seperti Harry Maguire, Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, sampai Bruno Fernandes. Tetapi, si manager masih membidik beberapa nama lagi.

Sayangnya, epidemi COVID-19 telah membuat tim-tim di penjuru dunia menanggung derita dengan cara finansial. Itu berlangsung pada Setan Merah.

Dengan begitu, United harus jual beberapa pemain terlebih dulu sebelum datangkan pemain baru. Pemasaran pemain berikut yang akan mengubah nasib pemain yang sedang dipinjami.

Berdasar laporan Evening Standar, Setan Merah akan jual beberapa pemain yang sedang dengan status utang di club lain. Hal tersebut tentunya untuk meningkatkan dana transfer buat beli pemain baru.

Di bawah ini tiga pemain utang yang akan dipasarkan Manchester United seperti dikutip The4thofficial.

Alexis Sanchez

Bekas pemain Barcelona ini geser ke Inter Milan dengan posisi utang musim panas kemarin. Setan Merah benar-benar ingin singkirkan si pemain.

Striker Chile itu belum dapat memperlihatkan performa terbaik di Manchester United. Transfernya ke Old Trafford atas tekanan Jose Mourinho belum sukses untuk ke-2 faksi. Tidak mendapatkan pilihan lain, club putuskan untuk meminjamkannya ke Inter serta aksinya di Italia pun tidak berjalan sesuai dengan gagasan.

Tidak mendapatkan tempat reguler di Italia, Sanchez cuma tampil 9x untuk Inter serta cetak 1x. Antonio Conte kelihatannya tidak tertarik untuk menjaga Sanchez pada musim depan.

Sekarang Ed Woodward harus mendapatkan club baru untuk Sanchez. United mengharap dapat selekasnya melepas Sanchez di bursa transfer hingga beban upah mereka turun dengan cara besar.

Chris Smalling

Pemain internasional Inggris ini masuk dengan Manchester United di tahun 2010. Dia telah tampil dengan teratur di barisan pertahanan Setan Merah sampai musim kemarin.

Tetapi, performanya makin lama makin lebih buruk. United tidak punyai alternatif lain kecuali mengirimnya dengan posisi utang ke AS Roma.

Bermain untuk team Serie A mendadak dapat tingkatkan perform Smalling. Musim ini dia sudah tampil 21 kali untuk club ibukota.

Performa Victor Lindelof masih nampak belum persisten. Terkecuali club dapat datangkan pemain seperti Koulibaly pada panas musim ini, Smalling masih punyai ruangan di tim.

Marcos Rojo

Pemain Argentina ini masuk dengan Manchester United pada 2014. Sebelum jalani waktu pinjaman di Estudiantes pada bursa transfer musim dingin belakangan ini, dia cuma mainkan 76 laga liga untuk Setan Merah.

Untuk bek tengah, Rojo dapat juga bermain di tempat bek kiri. Tetapi, kedahsyatan Rojo untuk pemain belakang dirusak oleh luka.

Pemain berumur 30 tahun ini tidak masuk ke gagasan Ole Gunnar Solskjaer. Sekarang, United punyai pekerjaan berat untuk mendapatkan club baru buat Rojo dalam tempo dekat.

Sumber asli: The4thofficial

Wilfried Zaha, Rumor Skandal dengan Putri David Moyes, serta Masa Sulit di Manchester United

Manchester – Wilfried Zaha alami saat-saat susah di dalam bermain di Manchester United pada musim 2013-2015. Satu antara masalah yang merecokinya ialah isu mengenai skandal dengan putri David Moyes.

Tempat Wilfried Zaha jadi susah sebab waktu itu David Moyes dengan status manager Manchester United. Zaha menyebutkan club tidak banyak menolong pada periode susah profesinya.

Menurut pemain yang sekarang menguatkan Crystal Palace itu, dianya mengakui tidak sempat berjumpa dengan putri Moyes ditambah lagi merajut jalinan.

“Tidak ada seorang juga di club yang katakan apa saja pada saya. Saya tidak tahu apakah yang harus dilaksanakan. Saya ingat menulis di Twitter mengenai rumor itu dengan menyebutkan itu isu yang konyol, sebab rasa-rasanya telah terlalu berlebih,” kata Zaha pada pembicaraan dengan Rio Ferdinand di kanal Youtubenya, seperti dikutip Mirror, Senin (8/6/2020).

“Saya harus menjelaskan suatu hal sendiri serta mencuit di Twitter. Selanjutnya saya ingat sisi media club kirim pesan pada saya serta katakan ‘kamu semestinya tidak lakukan itu’. Serta saya memikir mereka tidak menolong saya.”

“Saya betul-betul sendirian, alami kesusahan sebab beberapa orang katakan saya tidur dengan putri manager, hingga Moyes tidak mainkan saya.”

“Hal yang menggelikan, manager tidak datangi saya untuk bicara mengenai ini? Itu yang saya alami. Sampai sekarang ini beberapa orang masih memikir isu itu betul. Walau sebenarnya saya tidak sempat berjumpa dengan putrinya,” sambung Wilfried Zaha.

Zaha Alami Depresi

Situasi itu membuat Wilfried Zaha tidak dapat bermain dengan tenang. Ditambah lagi waktu itu umurnya masih muda, belum mempunyai banyak pengalaman.

Saat-saat di Old Trafford jadi berasa berat buat Zaha.

“Saya depresi. Saya baru 19 tahun serta tinggal di Manchester. Selekasnya sesudah balik dari tour serta saya tidak dimainkan sebab fakta apa saja, beberapa orang mulai membuat isu,” ingat Zaha.

“Saya sendirian di Manchester serta tidak bermain, jadi isu itu cukup membuat depresi.”

“Beberapa orang terus mengulas hal tersebut. Saya menyaksikannya jadi viral di Twittter. Beberapa orang menyebutkan bagaimana dapat ksaya bermain demikian bagus waktu tour pramusim dan lenyap seperti debu. Tidak ada yang katakan apa saja. Beberapa orang menyangka saya tidur dengan putri manager. Kemudian Twitter saya meluap dengan isu itu,” kata Zaha.

Sesudah tidak mendapatkan tempat di tim MU, Zaha habiskan waktu dengan dipinjami ke sejumlah club, yakni Crystal Palace serta Crystal Palace. Pada 2015, dia pada akhirnya geser dengan cara permanen ke Palace serta bertahan sampai saat ini.

Sumber: Mirror

Resep Rahasia Sukses Liverpool? Waktu serta Uang

Liverpool dipercaya dapat sukses sebab ingin ikuti resep sukses pelatih-pelatih sekelas Sir Alex Ferguson, Jose Mourinho, serta Pep Guardiola dalam mempercayai Jurgen Klopp. Simpel, pelatih mana juga perlu waktu serta uang yang cukup untuk penuhi harapan.

Pandangan di atas dikatakan oleh analis Premier League, John Barnes. Menurut dia, The Reds pantas dipuji sebab ingin bersabar menanti kerja hasil Klopp semenjak gantikan Brendan Rodgers di tahun 2015 kemarin.

Klopp datang dengan rekam jejak tinggi, keberhasilannya bersama-sama Borussia Dortmund menyusul. Tidak perlu waktu lama, Klopp juga perlahan membuat Liverpool sesuai dengan style bermain yang ia kehendaki.

Walau begitu, Klopp perlu empat tahun untuk persembahkan piala pertama kalinya. Berikut bukti jika meningkatkan team tidak dapat dengan cara instant.

Resep Sukses

Ada ketidaksamaan besar di antara keadaan Klopp dengan keadaan di tim-tim besar yang lain, sebutkanlah dengan keadaan Jose Mourinho saat di Manchester United. Klopp belum pernah memperoleh desakan terlalu berlebih, ia tetap dibantu semaksimal kemungkinan.

Serta saat 3 tahun berlalu tanpa ada piala, fans The Reds masih ingin bersabar serta terus memberikan dukungan Klopp. Buat Barnes, sikap berikut yang menjadi rahasia sukses Liverpool.

“Itu yang sering menjadi rahasia sukses. Sir Alex Ferguson memperoleh waktu dari MU, ia memperoleh suport serta kepercayan penuh dari beberapa pejabat. Oleh karena itu ia dapat membantun team yang mengagumkan hebat,” papar Barnes pada WION.

“Chelsea lakukan hal sama pada Jose Mourinho pada tahun pertama kalinya, serta pada akhirnya mereka mendapatkan banyak piala.”

Memberikan dukungan Pelatih

Buat Barnes, suport penuh itu yang jarang-jarang didapat pelatih-pelatih kekinian. Saat ini ganti-ganti pelatih telah jadi rutinitas, tim-tim condong dengarkan protes fans, bukan memberikan dukungan pelatih semaksimal kemungkinan.

“Club akan sukses bila ingin memberikan pelatih sumber daya yang pas serta waktu yang cukup untuk membuat team,” sambung Barnes.

“Tidak mengagetkan jika Liverpool serta Manchester City adalah dua team paling sukses di sepak bola Inggris dalam 2 tahun paling akhir, karena pelatih di ke-2 club itu betul-betul dipercayai.”

“Kemampuan paling besar tidak ada di tangan pemilik atau pemain,” pungkasnya.

Sumber: WION