Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri – Juventus menunjukkan keperkasaannya di kandang usai mengalahkan Lecce. Si Nyonya Tua sudah lebih dari dua tahun tak kalah di Allianz Stadium di ajang Serie A. Juventus menang meyakinkan 4-0 saat menghadapi Lecce di Allianz Stadium, Sabtu (27/6/2020) dini hari WIB.

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri

 

Empat gol Bianconeri semua tercipta di babak kedua melalui Paulo Dybala (menit ke-53), penalti Cristiano Ronaldo (62′), Gonzalo Higuain (83′) dan Mattihjs de Ligt. Kemenangan atas Lecce ini semakin mempertegas catatan apik Si Nyonya Tua di kandang. Mereka tak pernah kalah di semua ajang musim ini.

Sementara di Serie A, Juventus sudah lebih dari dua tahun tak kalah di markas mereka. Kekalahan terakhir Juventus di Allianz Stadium adalah saat takluk 0-1 dari Napoli pada April 2018. Dikutip dari Opta, Juventus juga mencatatkan tujuh kemenangan beruntun pada laga kandang di Serie A usai mengandaskan perlawanan Lecce. Catatan ini merupakan yang pertama sejak April 2018.

Keperkasaan Juventus di kandang semakin tak terbantahkan lagi setelah mereka hanya kebobolan satu gol di Allianz Stadium sepanjang 2020. Satu-satunya pemain yang mampu membobol gawang Juventus tahun ini adalah penyerang Parma, Andreas Cornelius. Gol Cornelius terjadi saat timnya kalah 1-2 atas Juventus.

Anak asuhan Maurizio Sarri kini semakin kukuh di puncak klasemen Serie A. Mereka berhasil mengumpulkan 69 poin unggul tujuh angka dari Lazio di urutan kedua.

Arema Punyai Banyak Pilihan Pemain Muda, Siapa yang Akan Jadi Rising Star?

Malang – Pelatih Arema FC, Mario Gomez mendapatkan rintangan besar.

Dia tidak sebatas harus mewujudkan sasaran bawa team Singo Gila ke arena Asia tahun kedepan, dan juga membuat pemain muda yang diakui di Liga 1. Di dua club awalnya, Persib Bandung serta Borneo FC, Gomez dapat lakukan itu.

Di Persib, ada bek sayap Ardi Idrus serta stoper Al Amin Fisabilillah yang dibuatnya dapat jadi tulang pungung team senior. Disamping itu, winger Febri Hariyadi semakin masak. Sedang di Borneo FC, ada M. Sichran, M. Ikhsan serta Nurdiansyah seringkali jadi pilihan penting diperputaran ke-2.

Di Arema, tetap menjadi tanda pertanyaan siapakah pemain yang awalannya tidak diakui akan jadi rising star.

Mario Gomez punyai pemain alumni Akademi Arema, yaitu Vikrian Besar atau Titan Fawwazi. Disamping itu, ada lulusan Tim nasional Indonesia U-22, yaitu Hanif Sjahbandi, Bagas Adi, Jayus Hariono, serta M. Rafli.

“Saya mengakui memang suka dengan pemain muda. Mereka potensial periode panjang team. Di Arema, benar-benar beberapa pilihan pemain muda. Titan, Vikrian, Bagas, Hanif, Rafli serta yang lain,” kata Gomez.

Peraturan U-20

Tetapi, bila pada kelanjutan Shopee Liga 1 ada peraturan pemain U-20, cuma Titan, Vikrian serta Andrias Francisco yang penuhi ketentuan.

Lepas dari peraturan itu, sewaktu di Persib serta Borneo FC, Gomez cukup rajin lihat kekuatan team muda. Ia ajak uji-coba atau menyertakan latihan team U-19 atau 20. Maksudnya cari bibit pemain muda. Sesaat di Arema, itu tidak pernah dilakukan. Sebab formasi pemain muda telah dipandang cukup.

Shopee Liga 1 Akan Kembali lagi, Situasi Fisik Pemain Persib Bagus

Bandung – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts akui situasi fisik semua pasukannya bagus meskipun sejauh ini cuma jalani latihan mandiri di tempat tinggalnya semasing.

“Kami dalam step akhir untuk lakukan penilaian latihan dalam dua minggu paling akhir. Kami mengganti pola apa yang perlu pemain kerjakan di dalam rumah mereka. Lihat keadaan terbaru masalah perubahan pemain saat berlatih di dalam rumah, hasilnya bagus,” tutur Robert waktu dikontak

Menurut Robert, usaha Beckham Putra Nugraha dkk. dalam jaga berat tubuh selama ini sangatlah baik.

“Sekarang ini kami mulai bicara dengan manajemen tentang peluang mengawali lagi latihan bersama-sama di group kecil dalam pengamatan prosedur keselamatan di satu tempat,” kata Robert.

“Saya memikir saat babak new normal diresmikan, latihan dapat dilaksanakan bersama-sama, walau tidak betul-betul dilaksanakan bersama-sama seutuhnya. Pemain dipisah jadi group kecil untuk berlatih serta saya berharap itu dapat dilaksanakan secepat-cepatnya,” tambah Robert.

Yang tentu, kata Robert, ada kejelasan dari PSSI jika Liga 1 2020 akan diteruskan September atau Oktober 2020 adalah info yang menyenangkan buat kesemua orang yang terjebak dalam sepak bola, termasuk juga Persib Bandung.

“Kesemua orang tentu menunggu sebab ini penting,” sebut Robert.

Mulai Persiapan

Disamping itu, kembalinya Liga adalah signal yang bagus buat Tim nasional Indonesia yang akan jalani beberapa jadwal di tahun ini, khususnya Piala AFF 2020.

“Semua club di beberapa negara telah mulai turun berlatih lagi, sedang Indonesia belum juga sama juga dengan negara di seputar. Jadi kami mengharap agenda laga liga cepat keluar hingga kami dapat mengawali persiapan dengan program latihan yang akan kami sediakan,” kata Robert.

Pesan Sentuh Asrul Ananda di HUT Persebaya ke-93

Jakarta – Pas pada Kamis (18/6/2020) ini Persebaya Surabaya rayakan hari ulang tahun ke-93. Perayaan hari kelahiran Team Bajul Ijo penuh arti ditengah-tengah derita epidemi virus corona COVID-19.

Presiden Persebaya, Azrul Ananda, sampaikan pesan penuh arti di HUT Persebaya. Dia inginkan pada semua Bonek serta penggemar Persebaya untuk selalu jaga diri pada kondisi epidemi COVID-19.

Ditengah-tengah kebahagiaan club, umat manusia di penjuru dunia sedang dirundung epidemi yang tidak menentu kapan akan usai.

Azrul Ananda mengatakan kedukaannya pada keadaan ini di peristiwa kebahagiaan hari ulang tahun Persebaya.

“Selamat ulang tahun ke-93 untuk Persebaya pada tahun 2020. Ini tahun yang benar-benar tidak diharapkan semua umat manusia, epidemi ini benar-benar mengganggu kehidupan serta sehari-harinya kita,” papar Azrul Ananda, dalam upload twitter Persebaya, Kamis (18/6/2020).

“Kita berdoa serta mengharap keadaan ini dapat selekasnya normal kembali bukan sebatas new normal,” katanya.

Tidak lupa Presiden Azrul Ananda ikut ajak pada semua Bonek serta penggemar Persebaya untuk selalu jaga diri ditengah-tengah epidemi COVID-19.

Azrul Ananda mengharap keadaan ini selekasnya usai serta Bonek serta Persebaya dapat kembali lagi berjumpa.

“Saya berterima kasih sebesar-besarnya atas semua suport, cinta serta semua usaha yang dilaksanakan oleh kawan-kawan bonek,” tutur Azrul.

“Mengingat keadaan semacam ini, saya meminta tolong pada rekan-rekan semua, silahkan kita memprioritaskan kesehatan serta keselamatan kita.”

“Sebab kita tidak pikirkan dari diri sendiri keadaan ini akan makin lama lagi, kita akan berjumpa, bersukaria memberikan dukungan Persebaya,” pesan si orang nomor satu itu.

Banjir Gelar di Masa Perserikatan serta Liga Indonesia

Persebaya Surabaya berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama asli Soerabajasche Indische Voetbal Bond.

Pada tanggal 19 April 1930, SIVB dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (saat ini Persib Bandung), MIVB (saat ini PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Tepat Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) ikut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Semua Indonesia (PSSI) dalam tatap muka yang diselenggarakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam tatap muka itu diwakilkan oleh M. Pamoedji.

Satu tahun selanjutnya pertandingan tahunan antar kota atau yang disebutkan kejuaraan nasional perserikatan diadakan. SIVB sukses masuk final pertandingan perserikatan di tahun 1938 walau kalah dari VIJ Jakarta.

Saat Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang sebagian besar pemainnya ialah pemain pribumi serta sejumlah kecil turunan Tionghoa melesat serta kembali lagi capai final sebelum ditaklukkan oleh Tepat Solo.

Pada akhirnya di tahun 1943 SIVB bertukar nama jadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada masa ini Persibaja dipimpin oleh Dr. Soewandi. Saat itu, Persibaja sukses mendapatkan titel juara di tahun 1951 serta 1952.

Tahun 1959, nama Persibaja dirubah jadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada masa perserikatan ini, prestasi Persebaya spesial. Persebaya salah satu raksasa perserikatan kecuali PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung atau Persija Jakarta. 2x Persebaya jadi jawara di tahun 1978 serta 1988, serta 5 kali menempati rangking ke-2 di tahun 1965, 1971, 1973, 1987, serta 1990.

Di masa penyatuan pertandingan Galatama serta Perserikatan, Persebaya unjuk keberadaan untuk team besar legendaris dengan perolehan dua titel juara, yaitu pada musim 1996-1997 serta 2004.

Persebaya, selamat ulang tahun rek!

Pertandingan Stop, Dias Angga Putra Usir Jenuh dengan Naik sepeda

┬áBandung – Hampir tiga bulan tanpa ada pertandingan membuat bek sayap Bali United, Dias Angga Putra, dirundung kebosanan. Ia berupaya cari langkah untuk menyingkirkan kejenuhan itu.

Dias Angga pilih menyingkirkan jemu dengan naik sepeda. Kesibukan ini terakhir sedang disukai beberapa orang, khususnya selama saat epidemi virus corona.

“Ya, untuk hilangkan jemu saya banyak naik sepeda keliling Bandung sama rekan-rekan tetapi masih menjaga jarak. Disamping itu masih berlatih sepak bola karenanya pekerjaan saya,” tutur Dias di rumah tinggalnya daerah Setra Dago, Antapani, Bandung, Rabu (17/6/2020).

Usai naik sepeda Dias belum pernah nongkrong atau kumpul-kumpul. Dia langsung pulang untuk jaga keselamatan diri ditengah-tengah menjalarnya virus corona.

Menurut Dias, jalan naik sepeda yang seringkali dilaluinya yaitu teritori Dago selanjutnya ke arah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sambil nikmati hoby naik sepeda, dia kadang-kadang bereuni dengan pemain Persib atau bekas punggawa Maung Bandung.

“Sampai di Lembang terkadang saya senang janjian sama Tantan sekaligus bersilahturahmi, selanjutnya juga pernah ke Soreang lihat situasi Deden. Saya mengharap Deden cepat kembali lagi baik, dapat seperti sebelumnya serta bermain bola lagi,” berharap Dias Angga Putra.

Ajakan Bermain Bulu tangkis Bersama Djadjang Nurdjaman

Serta Dias sering berjumpa dengan bekas pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, sebab saling mempunyai hoby yang sama bermain bulu tangkis.

“Coach Djanur memang senang ajak main bulu tangkis tapi menanti agenda kosong di GOR,” sebut Dias.

Dias adalah pemain kelahiran Bandung, 6 Mei 1989. Dia pernah bela Persib Bandung U-21 saat memenangkan Liga Super Indonesia (LSI) U-21 2009-2010. Masuk musim ISL 2010-2011 dia masuk dalam tim senior Persib Bandung.

Waktu menguatkan Persib, dia seringkali dipanggil bela Tim nasional Indonesia U-23. Pada musim 2011-2012, Dias putuskan pindah ke Persisam Putra Samarinda sekaligus juga jadi musim kedua-duanya bermain di pertandingan karieronal.

Pada November 2013 Dias diambil Pelita Bandung Raya untuk melalui ISL 2014. Pada 2014-2016, Dias kembali pada Persib Bandung. Tetapi pada 2017, Dias pilih pindah ke Bali United.

Pemain Barito Putera Bisa Perintah untuk Optimal Kejar Tempat di Piala Dunia

Jakarta – Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman sampaikan pesan pada tiga anak asuhannya yang ikuti pemfokusan latihan virtual tim nasional Indonesia U-19. Mereka ialah Bagas Kaffa, Alif Jaelani, Mochamad Yudha.

Ke-3nya, kata Djanur -sapaan akrabnya- harus memberi usaha yang optimal supaya bisa tembus scuad Garuda Muda untuk Piala Asia atau Piala Dunia. Karena, tampil di dua moment internasional itu adalah peluang yang langka.

“Ini riwayat, peristiwa yang benar-benar jarang-jarang sekali dapat main di negara sendiri serta moment yang besar Piala Dunia, jadi harus keseluruhan untuk hadapi ini serta memberi yang paling baik,” katanya seperti dikuti dari Bola.net.

“Karena itu, harus menyiapkan diri sebagus-baiknya ditambah lagi ditengah-tengah epidemi semacam ini, harus tambahan segala hal,” tegas bekas pelatih Persebaya Surabaya itu.

Ada 44 pemain, termasuk juga tiga pemain Barito Putera yang akan ikuti pemfokusan latihan virtual tim nasional Indonesia U-19. Mereka harus berkompetisi untuk dapat jadi pilihan Shin Tae-yong.

Percaya dengan Kekuatan Pemainnya

Tapi, Djanur percaya dengan kekuatan yang dipunyai oleh ke-3 pemainnya. Intinya Bagas Kaffa yang cukup eksper serta jadi salah satunya pemain muda yang dihandalkan dalam scuad Barito Putera.

“Ke-3nya, yang saya ketahui tentu cukup punyai kekuatan menjadi pemain tim nasional U-20. Bagas saya turunkan di pertandingan reguler yang 3x tempo hari,” jelas Djanur.

“Benar-benar kekuatan serta semoga mereka jadi tulang punggung tim nasional U-20,” pungkas pelatih kelahiran Majalengka itu.

Sumber asli: Bola.net

Kurniawan Dwi Yulianto, Asal Mula Panggilan Kurus, serta Peranan Penting Danurwindo

Jakarta – Untuk pemain Kurniawan Dwi Yulianto telah memperoleh segala hal. Dari mulai bermain di Eropa, bela belasan club di tanah air dan mendapatkan dua piala juara Liga Indonesia.

Dia sempat juga jadi pembuat gol paling banyak di timnas Indonesia saat akan dipecahkan oleh juniornya, Bambang Terakhir. Kurniawan Dwi Yulianto memulainya profesinya di sepak bola waktu terhimpun di Diklat Salatiga yang banyak melahirkan pemain pada 1990.

Waktu itu, dia masuk bersama-sama sepuluh pemain yang dipilih. Seperti anak baru, Kurniawan mendapatkan sambutan dari pemain yang terlebih dulu masuk di Diklat Salatiga. Sebab perawakannya yang kecil, dia mendapatkan panggilan Sang Kurus. Begitupun dengan rekanan seangkatannya, Kurnia Sandy yang mendapatkan panggilan biting (lidi) sebab tinggi serta kurus.

“Saya tidak masalah mendapatkan panggilan itu. Ditambah dengan nama itu, dapat mempermudah bercampur dengan senior,” ingat Kurniawan pada kanal youtube sportOne.

Untuk penyerang, Kurniawan diketahui mempunyai kecepatan lari yang kencang untuk buka ruangan serta melihat kesempatan cetak gol. Dia akui meningkatkan kekuatan itu waktu ikuti latihan di Diklat Salatiga.

Kurniawan menceritakan waktu di Diklat Salatiga 2x seminggu ada program lari dengan kecepatan tinggi pada wilayah tanjakan. Disamping itu ada pula latihan gym di yang ada.

“Dapat jadi sebab latihan itu. Tetapi, memang kondisi dan situasi waktu itu lain dengan saat ini. Sekarang ini, pendekatannya semakin ke Sports Science,” kata Kurniawan.

Tidak lama di Diklat Salatiga, Kurniawan mendapatkan panggilan masuk dalam Diklat Ragunan, Jakarta. Di Ragunan yang waktu itu jadi kawah candradimuka pemain muda, Kurniawan berlatih dengan pemain hari esok dari beberapa daerah di Tanah Air. Termasuk juga Izaac Fatari, penyerang asal Papua yang saat itu sering menguatkan timnas junior.

Kurniawan akui simpan masa lalu tertentu dengan Izaac yang wafat sebab kecelakaan kapal laut di perairan Sorong, 7 Agustus 2004. “Ia seringkali memerintah saya membersihkan sepatu bolanya. Walau diketahui galak, sebetulnya Izaac berhati baik,” ingat Kurniawan.

Terakhir, Kurniawan Dwi Yulianto jadi penerus Izaac untuk strker di PSM Makassar.

Peranan Penting Danurwindo

Di kesempatan itu, Kurniawan mengutarakan peranan penting figur Danurwindo diperjalanan profesinya untuk pemain serta sekarang berpadus pelatih.

“Om Danurwindo buat saya ialah pelatih, orangtua sekaligus juga rekan dialog semasa meniti karier di sepak bola,” tegas Kurniawan.

Danurwindo ialah pelatih yang bawa Kurniawan serta teman-teman berguru ke Italia melalui project Primavera. Saat masih dengan status pemain aktif, Kurniawan menunjuk Widodo Cahyono Putera serta Indriyanto Nugroho untuk rekanan duet yang banyak menolong untuk mengoptimalkan kekuatannya dalam cetak gol.

“Kami sama-sama isi. Kedua-duanya ialah penyerang yang mempunyai kekuatan lengkap serta bertipe layani. Sedang saya ialah penyerang yang memercayakan kecepatan serta buka ruangan untuk cetak gol,” kata Kurniawan.

Sesudah menggantung sepatu serta pilih melanjutkan profesi untuk pelatih, Kurniawan banyak mendapatkan pembimbingan serta peluang dari Danurwindo.

“Sesudah mengawali profesi dengan melatih akademi sepakbola, saya mendapatkan peluang jadi asisten pelatih timnas karena instruksi Om Danurwindo,” terangnya.

Pelatih Sabah

Sekarang Kurniawan dengan status pelatih Sabah FA, club Liga Super Malaysia. Seperti di Indonesia, pertandingan di Malaysia berhenti sebab epidemi Covid-19.

Gagasannya, jika disepakati oleh pemerintah Malaysia, pertandingan kembali lagi diteruskan pada September dengan skema satu putaran saja. Selanjutnya diteruskan dengan Piala Malaysia, Oktober sampai November.

“Gagasan agenda ini telah sesuai rerata waktu kontrak pemain serta pelatih yang usai pada Desember akan datang,” jelas Kurniawan.

Kurniawan menghargai Asosiasi Sepakbola Malaysia serta operator liga yang cepat responsif mengakhiri permasalahan upah serta kontrak pemain.

“Mereka menggerakkan club serta pemain supaya duduk bersama-sama mengulas permasalahan ini. Hasil dari perbincangan, pemangkasan upah variasi di antara 5 sampai 15 %,” papar Kurniawan.

Operator akan turun tangan jika tidak persetujuan di antara club dengan pemain. “Operator juga batasan pemangkasan upah yang variasi bergantung nilai kontrak pemain,” tandas Kurniawan.

Termasuk Wander Luiz serta Geoffrey Castillion, 4 Duet Maut Persib Selama Liga Indonesia

Bandung – Duet baris depan team Persib Bandung di pertandingan Liga 1 2020, Wander Luiz serta Geoffrey Castillion, jadi momok yang mencekam pada musim ini. Dengan ketajaman mereka, team Maung Bandung musim ini menempati di pucuk klassemen sesaat Shopee Liga 1 2020.

Dalam tiga pertandingan yang telah dilalui Persib Bandung, Wander Luiz mengumpulkan empat gol sesudah tampil 3x dengan waktu 270 menit. Sedang Geoffrey Castillion mengumpulkan dua gol sesudah tampil 3x dengan waktu 265 menit.

Kerja sama yang bagus dua pemain asing Persib itu cukup mengagetkan, walau sebenarnya mereka baru merasai atmosfer Liga Indonesia. Sayang, pertandingan harus terlambat karena epidemi COVID-19.

Tetapi, jauh sebelumnya, team berjuluk Maung Bandung ini tetap datangkan striker-striker asing yang oke serta menjanjikan.

Kesempatan ini Bola.com menyediakan jejeran duet maut baris depan Persib Bandung selama masa Liga Indonesia, Indonesia Super League, atau Liga 1.

Redouane Barkoui serta Christian Bekamenga

Sama dengan Liga Indonesia 2007, dimana Persib Bandung mempunyai duet maut dalam diri Christian Bekamenga serta Redouanne Barkaoui

Dengan ketajaman mereka, Persib pernah juara paruh musim pada 2007. Beberapa pundi gol juga membuat Persib dipandang team yang akan juara pada musim 2007.

Sayang, pada putaran dua Bekamenga pilih keluar hingga ketajaman baris depan sedikit pincang serta Persib tidak berhasil maju ke set delapan besar dimusim 2007.

Duet penyerang asal Afrika itu sukses memberi 20 dari 45 gol Persib pada Liga Indonesia 2007.

Hilton Moreira-Christian Gonzales

Pada musim 2008, Persib Bandung datangkan duet asal Brasil, Hilton Moreira serta Rafael Bastos. Tetapi, Bastos cuma bermain 1/2 musim. Untuk pertajam kembali lagi baris depan, Persib juga sukses datangkan penyerang tajam asal Uruguay, Cristian Gonzales.

Bekas penyerang Persik Kediri itu langsung memperlihatkan kekuatannya. Dalam 1/2 musim bersama-sama Persib dapat mengumpulkan 14 gol, sesaat tandemnya, Hilton Moreira, mengumpulkan 16 gol.

Duet Hilton serta Gonzales juga dipertahankan Persib pada musim 2009-2010 serta kedua-duanya makin padu dalam membuat gempuran. Pada musim ini, Gonzales cetak 18 gol serta Hilton 10 gol.

Sayang pada musim ke-3nya bersama-sama Persib, produktivitas Hilton serta Gonzales turun. Karenanya, pada musim 2011-2012 Hilton serta Gonzales tidak diperpanjang kontraknya. Semasa menguatkan Persib, (2008-2011), Hilton Moreira mengumpulkan 28 gol dari 67 kali tampil.

Sedang Gonzales (2009-2011) sudah mengumpulkan 90 gol untuk Persib dari 72 kali tampil.

Ezechiel Ndouassel serta Jonathan Bauman

Musim 2018, bobotoh terpesona dengan duet penyerang Ezechiel Ndouassel Jonathan Bauman. Bermain di bawah bimbingan Mario Gomez, kedua-duanya tampil mengagumkan, dimana dalam tiga pertandingan pertama musim 2018, duet Eze-Bauman dapat memberi 4 gol.

“Banyak hal positif yang mereka hasilkan untuk team. Saya percaya mereka akan makin banyak membuahkan gol,” tutur Gomez saat itu.

Gomez menghargai performa yang diperlihatkan Eze-Bauman, meskipun Bauman baru masuk dengan Persib Bandung.

Sayang duet Eze-Bauman tidak tahan lama. Ditambah pelatih Gomez tidak diperpanjang kontraknya oleh manajamen Persib.

Dari 41 gol yang dibuat Persib di Liga 1 2018, Ezechiel memberi 17 gol, sedang Bauman memberi 12 gol.

5 Prosedur New Normal dari Dokter Tim nasional Indonesia

Pemerintah Indonesia akan mengaplikasikan new normal untuk bikin kehidupan bergeliat lagi ditengah-tengah epidemi virus corona. Tidak kecuali untuk bagian olahraga.

Hal tersebut tentu saja memberikan keuntungan cabang olahraga (cabang olahraga) sepak bola karena peluang pertandingan dapat diputar kembali lagi. Sudah diketahui, Liga 1 serta Liga 2 2020 telah vakum semenjak tengah Maret lalu karena epidemi virus corona.

Walau demikian, new normal dipandang Dokter Tim nasional Indonesia, Syarif Alwi cukup beresiko. Oleh karenanya, dia memberi prosedur kesehatan jika nanti pertandingan kembali lagi berguling.

“Jangan dipandang mudah, new normal malah efek. Jadi jika satu team ada terserang virus corona, harus didrop teamnya dari hotel serta dari laga, dilihat semua jangan ada laga dahulu. Efek semakin besar, disiplin keras,” tutur Syarif.

Syarif juga merekomendasikan supaya semua peserta dari mulai club, pemain, sampai wasit harus lakukan tes virus corona sebelum pertandingan kembali lagi diputar. Usaha itu buat pastikan semua sehat.

“Ruangan tukar, harusnya dapat dua ruang, besar ruangnya supaya menjaga jarak, handuk 1x gunakan. Gelas disposable sekali minum buang. Botol minum kasih nama, hanya itu,” tuturnya.

Baca halaman selanjutnya ya

5 Prosedur New Normal dari Syarif Alwi

  1. Tekankan semua peserta serta piranti mereka telah laksankan rapid tes virus corona serta negatif. Handicap pembiayaan seseorang termurah Rp950 ribu, jika rapid tes Rp300 ribu. Tiba harus gunakan masker.
  2. Kebersihan ruangan tukar, air bersihkan tangan, sabun, Hand Sanitizer, tempat sampah itu harus sediakan untuk mendukung.
  3. Alat latihan harus disemprot disinfektan.
  4. Bis team dapat dua sampai tiga. Contoh 50 orang, jadi 25.
  5. Buat tiga group. Timur, Barat, Tengah.

PSHW Usulkan Pertandingan Liga 2 2020 Disetop Keseluruhan

Salah satunya peserta Liga 2, PS Hizbul Wathan (PSHW) menyarankan supaya pertandingan disetop keseluruhan. Serta, team yang berbasiskan di Sidoarjo itu pun tidak menginginkan kompetisi.

Ada banyak alasan yang membuat team berjulukan Laskar Matahari inginkan supaya pertandingan disetop. Diantaranya, pasti sebab kondisi dan situasi yang tidak sangat mungkin.

“Dengan cara psikologis kita ingin masih jalan pertandingan, tetapi kan kenyataansnya tidak semacam itu,”kata Presiden Club PSHW, Dhimam Abror pada Bola.net, Jumat (29/5/2020) malam.

“Khususnya kita yang di Jawa Timur, ditambah lagi di Surabaya, kan Surabaya lagi puncaknya epidemi,” Dhimam memberikan tambahan.

Alasan yang lain sebab manajemen manut pada PP Muhammadiyah sebagai pemilik club. “PSHW kan harus sami’na waa tho’na sama owner-nya, Muhammadiyah,” tegasnya.

Scroll ke bawah untuk info sedetailnya ya

Fakta Menampik Kompetisi

Berkaitan saran supaya pertandingan disetop tanpa kompetisi, manajemen PSHW memperhitungkan biaya yang perlu dijamin club. Sebab, bila ada pilihan semacam itu, club tetap harus mengontrak pemain.

“Buat saya tidak dapat jika September ada kompetisi, kompetisi apa saja, kan kami harus bayari pemain sampai September,” tuturnya.

Sebetulnya, pernah ada wawasan supaya asosiasi serta operator pertandingan meningkatkan bantuan club bila pertandingan diteruskan. Tetapi menurut Dhimam, tidak cukup untuk membayar keperluan club.

“Bantuan naik seratus %, tidak kemungkinan, sebutkanlah naik 50 %, itu tidak cukup,” ujarnya.