Buffon Raja Serie A dan Buktikan Usia Hanya Hitungan Angka

Buffon Raja Serie A dan Buktikan Usia Hanya Hitungan Angka – BICARA tentang angka, saya jadi teringat dengan Sahabat K’ners, Bung Rudy Gunawan. Dia adalah seorang pakar Numerologi yang jelas hampir setiap aktivitasnya bergelut dengan angka-angka. Berdasarkan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari bahkan termasuk waktu zaman sekolah dulu, orang yang gemar bergelut dengan angka apalagi dibarengi dengan rumus-rumus jelimet, pastilah orang tersebut tingkat kecerdasannya di atas rata-rata.

Buffon Raja Serie A dan Buktikan Usia Hanya Hitungan Angka

Buffon Raja Serie A dan Buktikan Usia Hanya Hitungan Angka

Jamak, jika saat sekolahnya jurusan yang diambil adalah IPA kalau di SMA atau akutansi jika sekolah di SMK. Lalu bagaimana dengan Bung Rudi, apakah dia orang yang cerdas? Ya, pastilah. Kalau nggak cerdas rasanya nggak mungkin menggeluti bidang Numerologi. Kembali pada tema judul tulusan di atas. Saya ingin mengupas sedikit tentang penjaga gawang kawakan asal Klub Serie A Italia, Juventus. Dia adalah Guanluigi Buffon.

Bagi saya, penjaga gawang yang berasal dari jebolan akademi Parma ini layak dijadikan inspirasi bagi semua manusia dimanapun berada. Betapa tidak, di usianya yang sudah mendekati angka 43, masih mampu menampilkan performa menawan bersama klub asal Turin, Juventus tersebut. Jelas, saat Buffon mampu menjaga konsistensinya dalam bermain bukan didapat dengan mudah.

Itu membutuhkan pengorbanan luar biasa. Mulai dari menjaga pola hidup, gaya hidup, dan latihan yang ekstra keras. Sebab kalau tidak, mungkin mantan penjaga gawang Tim Nasional Italia ini telah kalah bersaing dengan penjaga gawang-gawang yang jauh lebih muda. Satu hal lagi yang menjadi sumber insipirasi bagi saya adalah, Buffon sangat sukses menaklukan kejenuhan atas rutinitas yang telah dia jalani puluhan tahun lamanya.

Ya, sebagai pesepak bola profesional dan terikat kontrak dengan klub, hampir pasti dalam hidup kesehariannya hanya latihan dan latihan terus bertanding. Begitu seterusnya. Namun ibarat ungkapan bahwa usaha tidak pernah menghianati hasil. Buffon pun akhirnya sukses meraih hasil itu. Pada laga lanjutan kompetisi Liga Serie A Italia pekan ke-30, saat Juventus melawan rival sekotanya Torino atau derby Della Molle, Buffon dipercaya untuk main sejak menit pertama oleh pelatih Sarri.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium tersebut, Bianconeri julukan Juventus mampu menang telak dengan skor 4-1. Hasil ini mengukuhkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di puncak klasemen dengan 75 poin. Tapi, bukan tentang kemenangan besar Juve yang akan dibahas. Ini tentang Buffon yang sukses memecahkan rekor sebagai pemain dengan berpenampilan paling banyak di Liga Serie A Italia.

Saat bermain lawan Torino, Buffon menorehkan penampilan yang ke-648 kalinya. Jumlah ini melampaui pemegang rekor sebelumnya yang dipegang atas nama bek legendaris AC Milan, Paolo Maldini. Hingga pensiunnya, putra Cesare Maldini ini membubuhkan 647 pertandingan atau selisih satu dengan Buffon.

Kendati begitu, selisih satu laga itu akan bisa lebih diperlebar, mengingat musim ini kompetisi Liga Serie A masih menyisakan delapan pertandingan. Dan, peluang Buffon untuk dimainkan jelas terbuka luas. Apalagi, menurut rumor yang berkembang, penjaga gawang gaek ini telah menandatangani perpanjangan kontrak hingga satu musim ke depan.

Perpanjangan kontraknya itu membuat Buffon bisa terus bermain. Meski sudah mencapai usia uzur, tetapi penjaga gawang yang sempat bermain untuk klub Paris Saint-Germain Prancis itu mengaku masih merasa fit dan semangat untuk terus bermain. Dengan keberhasilannya memecahkan rekor Paolo Maldini, sangat layak jika akhirnya Buffon ditasbihkan sebagai raja Serie A Italia.

Dia juga mampu membuktikan bahwa usia hanyalah hitungan angka. Selama semangat dan kemampuannya masih stabil angka-angka yang sudah di atas 40 itu bukan jadi halangan untuk terus berprestasi. Congratulazioni, Buffon.

Struktur Lengkap INAFOC Menunggu Keputusan Presiden

Struktur Lengkap INAFOC Menunggu Keputusan Presiden – Struktur kepanitiaan Piala Dunia U-20 2021 (INAFOC) belum rampung. Alasannya, masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) terkait persiapan perhelatan itu. Baru Menpora Zainudin Amali yang dipastikan masuk struktur. Ia ditunjuk langsung oleh Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi Ketua INAFOC dalam Rapat Internal Terbatas (Ratas) Kabinet pada.

Struktur Lengkap INAFOC Menunggu Keputusan Presiden

Struktur Lengkap INAFOC Menunggu Keputusan Presiden

Zainudin Amali memastikan bahwa INAFOC nantinya juga akan diisi oleh para pengurus PSSI. Sebelum pengambilalihan oleh pemerintah, INAFOC sempat dikabarkan akan dipegang oleh PSSI. Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, pun sempat dikabarkan menjadi Ketua INAFOC pada awal tahun ini. Kami belum memiliki siapa saja nama-nama pengurusnya (INAFOC). Karena kami masih menunggu Keppres,” kata Zainudin Amali kepada wartawan.

PSSI pasti masuk. Untuk posisinya di mana, kita lihat nanti. Kami akan kerjakan bersama. Tak ada masalah antara Kemenpora dengan PSSI,” ujarnya menambahkan. Sama seperti Zainudin Amali, PSSI juga masih enggan mengungkap siapa saja nama-nama yang akan masuk dalam struktur INAFOC. untuk menyambut Piala Dunia U-20 2021. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyerahkan keputusan ini ke Zainudin Amali selaku Ketua INAFOC.

Mochamad Iriawan juga tak keberatan andai ditunjuk untuk masuk ke dalam struktur. Nantinya kedua belah pihak akan melakukan komunikasi lanjutan untuk melengkapi susunan struktur INAFOC. Kami belum memberi rekomendasi siapa saja, nanti akan didiskusikan. Yang jelas keputusannya ada di Pak Menteri. Kalau Pak Menteri meminta saya, ya saya tidak bisa menolak,” ucap Iwan Bule.

Meski begitu, Zainudin Amali sebelumnya sudah mengungkapkan pembagian tugas antara pemerintah dan PSSI untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021. Pemerintah melalui INAFOC fokus mempersiapkan penyelenggaraan Piala Dunia, sedangkan PSSI berkonsentrasi ke persiapan Timnas Indonesia U-19.

Pemerintah, sesuai Ratas Presiden, ada pembagian tugas kepada kami dan lembaga lain. PSSI konsentrasi ke Timnas,” tutur Zainudin Amali. Dan mudah-mudahan kami segera siap karena waktu sudah sangat pendek. Apalagi, kurang lebih selama empat bulan pelatnas dan persiapan sedikit tertunda,” kata pria asal Gorontalo itu.

Lini Lapangan Hijau Guard of Honour Diberikan dan Kekalahan yang Ditinggalkan

Lini Lapangan Hijau Guard of Honour Diberikan dan Kekalahan yang Ditinggalkan – Dari lanjutan pekan ke 32 Liga premier Inggris dinihari tadi waktu Indonesia, Liverpool yang sudah secara resmi menjuarai Liga kasta tertinggi di negeri Ratu Elizabeth itu bertandang ke Stadion Etihad, markas juara bertahan Manchester City.

Lini Lapangan Hijau Guard of Honour Diberikan dan Kekalahan yang Ditinggalkan

Sepintas terlihat sebelum pertandingan dimulai tampak hal tak biasa yaitu dilakukan sesi guard of honour yang mana sebagai bentuk perghormatan berupa membentuk barikade/barisan yang menyambut dengan tepuk tangan kepada tim yang menjuarai kompetisi ketika mulai memasuki lapangan, dalam kasus ini Manchester city dengan segenap pemain dan offisialnya memberikan itu kepada Pemain-pemain Liverpool.

Tak tampak keceriaan atau susana hangat ketika momen itu berlangsung. Pemain Liverpool yang mana mendapatkan hal yang sama seperti yang diterima Pemain Chelsea, MU, dan tentunya City ketika juara, tampak dingin dan serius ketika memasuki lapangan. Hal ini juga disindir oleh Pelatih City, Pep Guardiola yang tidak menyangka The kop begitu serius hingga lupa mengucapkan terima kasih kepada segenap anak asuh dan ofisialnya.

Mungkin ‘dingin’ nya sikap Liverpool dikarenakan adanya tensi tinggi persaingan kedua klub tersebut sejak musim 2013/2014, keduanya menjadi tim yang energik dan bermain cukup menghibur pecinta sepakbola dunia ketika tim-tim lain seperti Arsenal, Chelsea, dan MU sering mengalami pasang-surut dalam menunjukkan top perform nya. Dan jangan lupakan juga fakta bahwa Manchester city lah yang “merebut” titel EPL yang hampir jatuh ke tangan The Reds pada tahu 2014 dan 2019 yang lalu.

Namun sikap “dingin” yang ditunjukkan ketika sesi guard of honour tak terlalu terlihat lagi ketika diatas lapangan hijau. Liverpool memang bermain cukup bermain apik diawal-awal babak. Namun, bukan City kalau tidak bisa memaksimalkan kualitas pemain-pemainnya, berawal dari pelanggaran Gomez kepada Sterling di kotak penalti, “pembantaian” kepada sang juara pun dimulai.

Kevin de bruyne sukses mengeksekusi penalti sekaligus mencetak gol ke 12 di EPL musim ini. Berselang beberapa menit kemudian, Raheem Sterling berhasil memaksa Alisson memungut bola yang kedua kalinya, gol tersebut tercipta berkat serangan balik cepat ketika duo bek sayap Liverpool sedikit terlambat kembali ke areanya. Gol ketiga pun dikreasikan dengan baik oleh De Bruyne kepada Pemain muda masa depan Inggris Phil Foden. Walhasil skor akhir 3-0 untuk City saat turun minum.

Di babak kedua, Liverpool mulai kembali bernafsu untuk menyerang, namun cukup disayangkan tidak ada peluang emas berarti yang tercipta, malahan The Cityzens bisa menambah keunggulan lewat gol bunuh diri Oxlade-Chamberlain, lagi-lagi berkat kreasi De Bruyne dan Sterling. Pertandingan tetap berat sebelah meski the kop bermain dengan hampir seluruh tim utamanya. Hingga peluit panjang, skor akhir 4-0 untuk keunggulan City, sekaligus juga menjadi kekalahan kedua dan terbesar Liverpool musim ini.

Walaupun kalah telak, Liverpool masih punya kesempatan untuk meraih 3 poin di sisa laga musim ini, dan bukan tidak mungkin rekor 100 poin dalam semusim milik City bisa terpecahkan. Jadi selamat untuk kemenangan City, tapi sekarang Liverpool akan kembali berpesta dan angkat trofi yang sarat arti.

Kejayaan Persipura Jayapura di Bawah asuhan Jaksen F Tiago

Kejayaan Persipura Jayapura di Bawah asuhan Jaksen F Tiago – Persipura Jayapura merupakan salah satu tim legendaris dalam sejarah sepak bola Indonesia. Klub ini telah banyak melahirkan pemain-pemain hebat. Klub kebanggaan bumi cendrawasih ini telah meraih gelar juara liga tertinggi sepakbola Indonesia sebanyak 4 kali yaitu pada musim 2005, 2009, 2011 dan musim tahun 2013. Dari 4 gelar yang di raih Persipura di kompetisi liga Indonesia, dimana 3 diantaranya diraih bersama dengan pelatih berkebangsaan Brazil yang telah lama malang melitang di sepakbola tanah air yaitu Jacksen F Tiago pada musim 2008-2009,2010-2011, dan 2012-2013.

Kejayaan Persipura Jayapura di Bawah asuhan Jaksen F Tiago

Kejayaan Persipura Jayapura di Bawah asuhan Jaksen F Tiago

Persipura menjadi tim yang paling superior di kompetisi liga Indonesia semenjak dinahkodai oleh Jacksen F Tiago. Pada musim pertamanya menukangi tim yang berjuluk Mutiara hitam tersebut, Jacksen berhasil membuat lini serang Persipura ditakuti lawan-lawannya. Trio penyerang yang menakutkan dengan komposisi Alberto Goncalves, Ernest Jeremiah dan juga legenda Persipura dan juga timnas Indonesia yang sampai saat ini terus bermain untuk Persipura, Boaz Solossa. Pelatih asal Brasil ini langsung meraih gelar juara Liga Super Indonesia pada musim pertamanya menukangi Persipura Jayapura.

Pada musim keduanya bersama Persipura Jayapura, Persipura mengalami penurunan performa tetapi masih bisa menyaingi Arema Indonesia yang menjadi juara ISL. Persipura hanya mampu bertengger di posisi ke 2 liga Indonesia dengan selisih hanya terpaut 6 poin dari Arema Indonesia.

Pada musim berikutnya 2010-2011 Persipura berhasil bangkit dan menjadi juara kembali dengan torehan 60 poin dari 28 laga yang dimainkan dan juga Boaz Solossa menjadi top skor dengan 22 gol. Persipura kembali meraih gelar juara pada musim 2013. Pada musim ini Persipura tampil sangat superior dengan mencatatkan poin 82 unggul 16 poin dari peringkat kedua liga yaitu Arema Indonesia dan berhasil membuat Boaz Solossa menjadi top skor kompetisi tersebut.

Di kancah sepakbola Asia, Jacksen F Tiago berhasil membawa Persipura mencapai semifinal Piala AFC 2014. Lebih hebat lagi, Persipura masuk sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang berhasil masuk semifinal Piala AFC. Prestasi yang membawa klub berhasil menempati ranking ke-4 tim terbaik di Asia Tenggara pada ajang tersebut.

Persipura pada piala AFC tersebut berhasil mengalahkan lawan-lawan Tangguh seperti Yangon United 9-2 di babak 16 besar. Pada babak perempatfinal tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut kalah pada leg pertama melawan klub asal Kuwait dengan skor 2-3. Pada leg kedua berhasil menang telak dengan skor 6-1 atas Al Kuwait.

Langkah Persipura pun terhenti di babak semifinal melawan klub asal Kuwait kembali yaitu Al-Qadsia dengan agregat 10-2. Semenjak Jacksen F Tiago tidak menukangi tim Persipura lagi, tahun 2014 menjadi tahun terakhirnya bersama Persipura Jayapura, Persipura tidak pernah masuk lagi piala AFC sampai sekarang.

Pada awal musim Shopee liga 1 tahun 2019, Persipura mengalami penurunan performa. Merasakan sakitnya berada di zona degradasi di awal musim. Hal tersebut membuat pelatih Persipura, Luciano Leandro mengundurkan diri. Untuk mengisi kekosongan bangku kepelatihan Persipura kembali menunjuk Jacksen F Tiago sebagai pelatih. Jacksen F Tiago sebelumnya mengundurkan diri juga dari kursi kepelatihan Barito Putera. Pada musim kembalinya Jacksen F Tiago dia berhasil mengembalikan performa Persipura dan berhasil meraih posisi ke 3 di akhir musim.

Pada tahun 2020 ini Persipura kembali mengawali musim dengan baik dan kita bisa lihat nanti di akhir musim apakah sang juru racik taktik asal Brazil bisa mengembalikan Persipura ke jalur juara seperti sukses dia bersama Persipura sebelumnya.

Sikap Buruk Gary Neville ketika Liverpool Juara

Sikap Buruk Gary Neville ketika Liverpool Juara – Jujur nih, aku fans Manchester United tapi aku masih respect ketika Liverpool meraih juara Liga Primer Inggris. Selamat ya untuk Liverpool dan Jurgen Klopp. Kalian memang luar biasa. Jangan seperti Gary Neville yang malah memperolokan fans Liverpool dengan sesumbarnya. Pemain full back Setan Merah ini memang musuh para fans Liverpool.

Sikap Buruk Gary Neville ketika Liverpool Juara

Sikap Buruk Gary Neville ketika Liverpool Juara

Apalagi kalau United sedang bermain di Anfield. Maka sasaran suporter pasti tertuju kepada Neville. Beberapa waktu lalu Neville sempat sesumbar akan pergi ke Papua New Guinea jika Liverpool juara. Cuplikan komentar Neville tersebut kembali dimunculkan Sky Sports (27/6/20) menjadi sebuah candaan.

Liverpool bisa juara Liga dan mungkin saya harus pindah ke Papua New Guinea atau tempat lainnya,”terang Neville dilansir situs tersebut. Sebagai fans Setan Merah, aku menilai yang dikatakan Neville itu keterlaluan. Tidak bermutu. Tidak menunjukkan sikap sportivitas sebagai legenda di Old Trafford.

Lihat apa yangcdilakukan Alex Ferguson dan Ole. Mereka berdua mengucapkan selamat kepada Liverpool. Ini seharusnya yang dilakukan Neville. Apalagi saat ini Neville adalah Football Experts di Sky Sports, pengamat sepakbola Eropa khususnya Premier League.

Menjadi seorang pengamat sepakbola seharusnya netral, tidak memihak. Kendatipun dia adalah mantan punggawa United yang sempat menikmati masa keemasannya bersama Sir Alex Ferguson. Harusnya Neville banyak memberikan masukkan kepada tim pelatih United saat ini yang dipegang Manajer Ole Gunnar Solskjaer.

Neville juga sebaiknya berkaca kepada skuad Liverpool yang selama 30 tahun tetap dengan tekad yang sama untuk meraih gelar ini. Berapa pemain berganti, berapa manajer berganti dan akhirnya saat ini membuahkan hasil.

Untung saja Ole saat ini sudah mulai menemukan skuad yang menunjukkan titik cerah bagi harapan prestasi Red Devils masa depan. Banyak pemain muda seperti Marcus Rashford, Mason Greenwood. Scott McTominay, Aaron Wan Bissaka. Plus para senior seperti Paul Pogba, Nemanja Matic dan Bruno Fernandes.

Yang disebut terakhir ini adalah trio lapangan tengah United yang bisa diandalkan di masa depan. Kolaborasi Pogba dan Fernandes menjadi buah bibir pada hari hari terakhir ini. Penampilan mereka sangat menjanjikan dalam mengangkat prestasi Setan Merah.

David de Gea masih tangguh walau suka blunder. Kuartet bek juga adalah benteng yang sukar ditembus. Duet Harry Maguire dan Victor Lindelof plus duo full back, Wan Bissaka dan Luke Shaw. Ketajaman Anthony Martial juga tetap dinantikan oleh fans dalam laga mendatang setelah menciptakan hattrick ke gawang Sheffield United.

Ayo manajemen United jangan malu untuk meniru Liverpool melakukan pembinaan berkesinambungan sampai akhirnya berbuah hasil. Untuk Gary Neville, saatnya bangun dari mimpi. Manchester United masih jauh untuk meraih trofi Liga Primer Inggris jika pembinaan mereka biasa biasa saja.

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold – Dalam laga melawan Crystal Palace, Kamis dini hari (25/6/20), ada sosok muda berusia 19 tahun yang diturunkan pelatih Jurgen Klopp pada 15 menit sebelum laga berakhir. Siapakah dia? Neco Williams. Benar, pemain muda Liverpool kelahiran Wrexham, Wales 13 April 2001 ini masuk dari bangku cadangan menggantikan Trent Alexander-Arnold. Ini adalah debutnya di Premier League dalam kemenangan The Reds empat gol tanpa balas atas Crystal Palace pada matchweek 31.

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold

Neco Williams Sosok Muda Pengganti Trent Alexander Arnold

Menurut Alexander Arnold, ada nilai tambah dari pemain remaja ini yang membuatnya layak bermain. Sikap dan etos kerja yang membuat Neco Williams melakukan debutnya di Liga Premier untuk Liverpool.Bek sayap remaja Williams bermain sangat impresif dan mengesankan selama penampilan perdananya diajang kompetisi tertinggi di Inggris tersebut.

Alexander-Arnold sendiri menyukai apa yang dilihatnya selama laga berlangsung. Apalagi dia merasa bangga dengan pencapaian Williams sebagai sesama lulusan Akademi Liverpool.
Dalam laga melawan Crystal Palace, Kamis dini hari (25/6/20), ada sosok muda berusia 19 tahun yang diturunkan pelatih Jurgen Klopp pada 15 menit sebelum laga berakhir. Siapakah dia? Neco Williams.

Benar, pemain muda Liverpool kelahiran Wrexham, Wales 13 April 2001 ini masuk dari bangku cadangan menggantikan Trent Alexander-Arnold. Ini adalah debutnya di Premier League dalam kemenangan The Reds empat gol tanpa balas atas Crystal Palace pada matchweek 31. Menurut Alexander Arnold, ada nilai tambah dari pemain remaja ini yang membuatnya layak bermain. Sikap dan etos kerja yang membuat Neco Williams melakukan debutnya di Liga Premier untuk Liverpool.

Bek sayap remaja Williams bermain sangat impresif dan mengesankan selama penampilan perdananya diajang kompetisi tertinggi di Inggris tersebut. Alexander-Arnold sendiri menyukai apa yang dilihatnya selama laga berlangsung. Apalagi dia merasa bangga dengan pencapaian Williams sebagai sesama lulusan Akademi Liverpool. Williams selama ini telah mendapat banyak manfaat dari lingkungan elit yang dibina oleh Jurgen Klopp di Melwood, Pusat Latihan Liverpool.

Neco Williams Mengunggah Pernyataan Kegembiraannya Di Akun Medsos Miliknya

Penuh kegembiraan untuk membuat debut liga utama saya malam ini tetapi yang lebih penting untuk mendapatkan tiga poin permainan kami yang berkelas. Menurut Transfernarkt.com (25/6/20), Williams memiliki catatan bermain bersama Liverpool. Sebanyak 23 laga diajang Premier League U-18, 4 laga di FA Cup, 2 laga di EFL Trofi dan debut di Premier League kemarin.

Total bermain bersama Liverpool U-19 sebanyak 33 laga. Bersama Liverpool U-23 sebanyak 25 laga dengan torehan dua gol dan dua assis. Sedangkan bermain bersama tim utama Liverpool baru 6 laga termasuk debutnya di Premier League. Kiprah cemerlang Williams dalam debut melawan Crystal Palace disambut gembira seniornya, Trent Alexander-Arnold.

Hanya keinginan untuk belajar dan meningkatkan skill setiap hari. Anda bisa melihatnya berkembang dan mengambil hal-hal kecil setiap hari – juga dengan semua pemain muda – dan saya pikir tidak ada tempat yang lebih baik bagi pemain muda selain di Liverpool. Sebenarnya bek sayap remaja ini telah melakukan penampilan senior pertamanya untuk Liverpool di Piala Carabao Oktober tahun lalu. Saat itu The Reds menang dengan mendebarkan atas Arsenal.

Saya akan mengatakan bahwa sejak Anda masih kecil, Anda pasti bermimpi membuat debut Liga Premier. Membuatnya musim ini akan menjadi prestasi besar,” kata pemain internasional Wales U-19, Neco Williams kepada Liverpoolfc.com (29/6/20).

Debut tersebut membuat Williams bertekad untuk terus menunjukkan performanya. Kesungguhan dan fokus dalam berlatih dan menjaga dengan disiplin kebugarannya. Anak muda ini selalu berharap kepada Jurgen Klopp, agar bisa kembali mendapat kesempatan bermain dalam laga Liverpool mendatang. Neco Williams juga menganggap bahwa inilah saatnya para pemain muda Liverpool mulai beraksi. Jurgen Klopp tahu benar kapan para pemain muda ini turun ke lapangan hijau bersama Tim utama Liverpool.

Tujuh sisa laga Liverpool setelah mereka memastikan juara, merupakan kesempatan pemain muda seperti Neco William menunjukkan performanya. Penting bagi Klopp mematangkan pemain pemain mudanya untuk menyiapkan mereka sebagai pelapis yang sudah siap menghadapi kompetisi musim depan.

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan – Sulit untuk mengingat, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir, karier pesepakbola papan atas yang memudar dengan sangat spektakuler seperti yang dialami Alexis Sanchez. Pada Januari 2018, pemain depan itu menjadi subjek tarik ulur antara dua klub Manchester.

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan

Kemerosotan Alexis Sanchez Dari Superstar Arsenal Hingga Jadi Flop Inter Milan

Baik City dan United begitu ngotot untuk mendatangkan sosok yang telah menghidupkan Liga Primer bersama Arsenal. United menang, tetapi itu terbukti menjadi kemenangan semu, karena Alexis segera memasuki kemerosotan yang dalam dan tampaknya tidak dapat dipulihkan di Old Trafford. Bakat itu tetap ada. Di salah satu dari beberapa kesempatan, Sanchez telah diberi menit bermain bersama tim utama, dan di Copa America 2019, dia adalah salah satu pemain terbaik di turnamen, ketika ia mengantar Chile ke semi-final meski akhirnya tidak berhasil untuk meraih gelar juara ketiga beruntun.

Fakta tersebut, serta janji untuk karier baru lewat status pinjaman di Inter Milan di bawah pengagum lama Antonio Conte, tampaknya menunjukkan bahwa 2019/20 akan membawa keberuntungan yang lebih baik setelah 18 bulannya di United. Malang bagi Alexis, bahwa transfer pinjaman itu juga gagal untuknya. Sang penyerang hanya membuat dua penampilan sebagai starter di Serie A hingga saat ini – jumlah yang sama seperti di tingkat internasional – karena kombinasi masalah cedera dan bagusnya kerja sama yang dibangun Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di lini depan.

Ketika Alexis bermain, ia tampak lamban, tidak stabil dan tidak berbentuk. Ia pun hanya menyumbang satu gol bagi Inter.Kegagalannya yang berulang adalah sebuah misteri, bahkan bagi mereka yang mengenal kehebatan mantan pemain Barca, Arsenal dan Udinese tersebut.

Terkadang, di sepakbola, tidak ada penjelasan untuk setiap hal yang terjadi,” kata Ander Herrera, mantan rekan setimnya di United, kepada The Athletic. Alexis adalah salah satunya. Dia datang dari Arsenal. Dia dulu bisa memenangkan pertandingan sendirian untuk Arsenal.

Itu menunjukkan sepakbola terkadang tidak memiliki penjelasan. Bagaimana seorang pemain, yang satu bulan sebelumnya, dua bulan sebelumnya, adalah pemain terbaik di tim besar seperti Arsenal… kemudian dia datang ke United dan justru tidak tampil bagus? Saya tidak punya penjelasan. Di usia 31, Alexis seharusnya berada di masa keemasannya, tetapi di antara kesengsaraan kariernya bersama United, rasa frustrasi di Inter dan masalah virus corona, dia mendapati tahun ini sebagai kesialan terburuk.

Untuk saat ini, dia masih memiliki peran kecil di San Siro, dengan Inter praktis keluar dari balapan Scudetto dan baru saja terlempar dari semi-final Coppa Italia, namun mereka masih punya Liga Europa. Akan tetapi, klub Italia itu diyakini hanya ingin mempertahankan jasanya setidaknya sampai masa pinjamannya kedaluwarsa pada 30 Juni.

Apa Yang Terjadi Setelah Itu Tetap Menjadi Misteri

Apa Yang Terjadi Setelah Itu Tetap Menjadi Misteri

Kami akan banyak mengandalkan Alexis Sanchez untuk akhir musim ini, kata direktur olahraga Inter Piero Ausilio kepada Sky Sport tentang peluang bintang Chile itu untuk tetap berada di Milan di luar kampanye 2019/20. Ini akan menjadi ujian yang jelas baginya. Kemudian, kita lihat nanti ke depan.”

Juga bagi United, mereka harus memutuskan apakah tetap mempertahankan si pemain, yang gajinya kabarnya dibantu dibayar seperempatnya oleh Inter sebagaimana ia memiliki pendapatan raksasa di angka £400.000 ($500.000) per minggu – biaya yang harus United keluarkan setelah menikung City – atau mencari pelamar lain di pasar transfer.

Adapun pandemi Covid-19 pasti menghadirkan frustrasi ganda bagi Alexis. Masalah ini bukan hanya memundurkan jadwal Copa America 2020 – platform yang memungkinkan bakatnya untuk dilirik klub lain – dan itu juga membatalkan dua partai kualifikasi Chile di Piala Dunia 2022, melawan Uruguay dan Kolombia.

Apa pun yang bisa dikatakan tentang Alexis, ia jarang mengecewakan ketika mengenakan jersey merah tempat kelahirannya, dan pertandingan-pertandingan itu pastinya akan sangat berharga tidak hanya untuk menunjukkan bahwa bakatnya belum habis, tetapi juga demi mendapatkan performanya kembali dan kepercayaan diri yang nanti dibawa ke level klub.

Saat ini, dia harus puas dengan peran yang identik dengan yang ia mainkan sebelum lockdown: menghabiskan waktu panjang di bangku cadangan untuk menonton Lukaku dan Lautaro berkilau, sedangkan ia harus puas untuk menjadi cameo. Namun, pada titik ini, Alexis harus mengambil setiap kesempatan yang didapatnya untuk membuktikan bahwa kemerosotan yang panjang ini dapat dihentikan; jika tidak, kariernya di kalangan elite sepakbola mungkin akan berakhir.

Liverpool Diklaim Ikhlas Lepas Mohamed Salah Sadio Mane Untuk Berinvestasi

Liverpool Diklaim Ikhlas Lepas Mohamed Salah Sadio Mane Untuk Berinvestasi – Liverpool diklaim rela melepas duo superstarnya, Mohamed Salah dan Sadio Mane, untuk kemudian berinvestasi pada sosok-sosok penyerang baru. The Reds disebut-sebut tak akan menahan kepergian Salah-Mane apabila datang penawaran yang supertinggi ke Anfield bagi keduanya.

Liverpool Diklaim Ikhlas Lepas Mohamed Salah Sadio Mane Untuk Berinvestasi

Liverpool Diklaim Ikhlas Lepas Mohamed Salah Sadio Mane Untuk Berinvestasi

Liverpool dilaporkan masih mencari bomber anyar di bursa transfer musim panas ini dan akan menjual Salah dan Mane dalam waktu dekat jika proposal yang datang dipandang menguntungkan. Skenario ini diungkapkan pakar transfer pemain Duncan Castles, yang percaya The Reds tidak sedang mencari striker pelapis buat Salah-Mane di jendela transfer berikutnya.

Liverpool, seperti diketahui, santer dihubungkan dengan bintang RB Leipzig Timo Werner, yang memiliki klausul pelepasan mencapai £53 juta. Namun usaha klub Merseyside mendapatkan striker Jerman yang tengah naik daun itu dipastikan gagal seiring dengan keberhasilan Chelsea mengamankan tanda tangannya.

Terlepas dari itu, keadaan finansial Liverpool pun disebut-sebut sedang krisis akibat pandemi virus corona dan mulai menjajaki beberapa kemungkinan, termasuk menjual aset klub. Pasukan Jurgen Klopp tampak akan menghemat di musim panas ini dengan sekadar berbelanja pemain pelapis untuk Salah, Mane dan Firmino. Tapi Castles menegaskan, bukan itu permasalahan Liverpool saat ini.

Dalam bincang-bincangnya di Transfer Window Podcast, Castles membeberkan bahwa Liverpool masih memburu penyerang anyar dengan kemampuan yang setera dengan Werner. Liverpool juga disebut tak perlu mendatangkan penyerang murah.

Dia mengatakan, Liverpool mungkin bakal membiarkan Salah atau Mane angkat kaki dari Anfield di jendela transfer berikutnya jika datang pinangan yang ideal, baik untuk salah satunya atau bahkan keduanya. Salah dan Mane beberapa kali dikaitkan dengan kompetisi La Liga Spanyol. Nama kedua bahkan bakal menunda teken kontrak baru sembari melihat manuver Real Madrid terhadap dirinya.

Jika tawaran konkret masuk, Castles menyatakan, Liverpool akan menjual dan menginvestasikan ulang uang mereka dengan mendatangkan penyerang baru yang muda dan pontesial. Informasi yang saya miliki bahwa Liverpool tetap teratarik untuk merekrut tipe penyerang seperti Timo Werner,” ujar Castles.

Mereka ingin seorang suksesor terhadap Sadio Mane dan Mohamed Salah apabila mereka memutuskan untuk memenuhi ambisi mereka hengkang dan bermain di La Liga,” jelasnya. Keduanya segera berusia 28 tahun, jadi Anda sampai pada periode di mana apabila tawaran besar untuk salah satu atau keduanya datang, klub akan membiarkan mereka hengkang,” katanya lagi.

Liverpool akan memperoleh untung besar-besaran dan bisa menginvestasikan ulang pada pemain yang lebih muda, yang cocok dengan sistem tim dan telah dibina,” urainya. Kami tahu betapa bagusnya rekrutmen Liverpool, kami tahu betapa cerdasnya mereka dalam membeli dan menjual para pemain,” ulas Castles.

Bukan itu masalahnya bahwa mereka mencari pemain kreatif dengan harga murah, seorang pemain yang akan mengisi untuk semusim sampai klub kembali dengan alasan keuangan yang sudah stabil, bukan itu yang saya pelajari, lanjut Castles. Di sini ada diskonek antara media dan informasi terkait kenapa Werner beranjak ke Chelsea dan kerja departemen rekrutmen mereka sungguh menarik,” pungkasnya.

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri – Juventus menunjukkan keperkasaannya di kandang usai mengalahkan Lecce. Si Nyonya Tua sudah lebih dari dua tahun tak kalah di Allianz Stadium di ajang Serie A. Juventus menang meyakinkan 4-0 saat menghadapi Lecce di Allianz Stadium, Sabtu (27/6/2020) dini hari WIB.

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri

Si Nyonya Tua Begitu Perkasa di Rumah Sendiri

 

Empat gol Bianconeri semua tercipta di babak kedua melalui Paulo Dybala (menit ke-53), penalti Cristiano Ronaldo (62′), Gonzalo Higuain (83′) dan Mattihjs de Ligt. Kemenangan atas Lecce ini semakin mempertegas catatan apik Si Nyonya Tua di kandang. Mereka tak pernah kalah di semua ajang musim ini.

Sementara di Serie A, Juventus sudah lebih dari dua tahun tak kalah di markas mereka. Kekalahan terakhir Juventus di Allianz Stadium adalah saat takluk 0-1 dari Napoli pada April 2018. Dikutip dari Opta, Juventus juga mencatatkan tujuh kemenangan beruntun pada laga kandang di Serie A usai mengandaskan perlawanan Lecce. Catatan ini merupakan yang pertama sejak April 2018.

Keperkasaan Juventus di kandang semakin tak terbantahkan lagi setelah mereka hanya kebobolan satu gol di Allianz Stadium sepanjang 2020. Satu-satunya pemain yang mampu membobol gawang Juventus tahun ini adalah penyerang Parma, Andreas Cornelius. Gol Cornelius terjadi saat timnya kalah 1-2 atas Juventus.

Anak asuhan Maurizio Sarri kini semakin kukuh di puncak klasemen Serie A. Mereka berhasil mengumpulkan 69 poin unggul tujuh angka dari Lazio di urutan kedua.

Pulih dari Cedera Eden Hazard akan Bawa Real Madrid pada Kejayaan

Pulih dari Cedera Eden Hazard akan Bawa Real Madrid pada Kejayaan – Kiper Real Madrid asal Belgia, Thibaut Courtois sangat percaya jika rekan setim sekaligus rekan senegaranya, yakni Eden Hazard bakal membawa Los Blancos meraih kejayaan demi kejayaan setelah pulih 100 persen dari cederanya.

Pulih dari Cedera Eden Hazard akan Bawa Real Madrid pada Kejayaan

Pulih dari Cedera Eden Hazard akan Bawa Real Madrid pada Kejayaan

Semenjak gabung ke Real Madrid dari Chelsea pada musim panas tahun lalu, Hazard sendiri memang lebih sering berkutat dengan cedera. Sebelum kampanye 2019/2020 ditangguhkan imbas pandemi COVID-19, Hazard cuma tampil 15 kali bersama Real Madrid musim ini di lintas ajang, dengan hanya menorehkan sebiji gol plus lima assist.

Terakhir, winger berusia 29 tahun itu menjalani operasi pada kaki kanannya untuk memulihkan cedera tulang fibulanya pada awal Maret 2020 lalu. Namun, menjelang kembali digulirkannya Liga Spanyol bulan depan, Hazard telah pulih 100 persen dari cederanya.

Megabintang Timnas Belgia itu terus membangun kebugarannya, dengan terlihat sudah berlatih secara grup kecil bersama skuat Real Madrid di pusat latihan Valdebebas baru-baru ini. Courtois sendiri meyakini, dengan Hazard yang 100 persen fit, Real Madrid mampu menggondol titel juara La Liga musim ini.

Kompetisi masih menyisakan 11 jornada lagi, Real Madrid saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol 2019/2020, hanya terpaut dua poin dari sang rival abadi, Barcelona yang bertengger di puncak. Hazard telah kembali setelah diganggu banyak cedera. Dari hari ke hari, dia semakin fit. Dia kembali dengan banyak energi.

Saya tahu betul kualitasnya. Kami bermain bersama di timnas (Belgia), kami pernah bermain bersama di Chelsea. Saya yakin, Hazard yang 100 persen fit akan membawa Real Madrid pada kejayaan. Dia bisa membantu kami memenangi La Liga musim ini dan kompetisi-kompetisi lain ke depannya,” sesumbarnya.

Kembalinya dia jelas akan membuat Real Madrid semakin kuat, saya yakin suporter pun melihatnya demikian. Penangguhan musim memberikan dia kesempatan untuk kembali fit. Dia bisa membantu kami memenangi titel. Dia adalah pemain kunci untuk kami, celoteh Courtois.

Saya sudah mengetahui dia selama sembilan tahun. Dia memang selalu ingin bermain untuk Real Madrid, itu adalah mimpinya. Ketika kami di Chelsea, kami membicarakan soal kans untuk berlabuh di Real Madrid, tukas kiper berusia 28 tahun itu.