3 Pemain Manchester United yang Dipinjami ke Club Lain serta Peluang Tidak Kembali pada Old Trafford

Jakarta – Manchester United mempunyai gagasan transfer yang berambisi di panas musim ini. Ole Gunnar Solskjaer merencanakan datangkan beberapa pemain lagi untuk tingkatkan kemampuan skuadnya. Untuk resikonya akan ada pemain jadi tumbal.

Solskjaer awalnya telah datangkan beberapa pemain seperti Harry Maguire, Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, sampai Bruno Fernandes. Tetapi, si manager masih membidik beberapa nama lagi.

Sayangnya, epidemi COVID-19 telah membuat tim-tim di penjuru dunia menanggung derita dengan cara finansial. Itu berlangsung pada Setan Merah.

Dengan begitu, United harus jual beberapa pemain terlebih dulu sebelum datangkan pemain baru. Pemasaran pemain berikut yang akan mengubah nasib pemain yang sedang dipinjami.

Berdasar laporan Evening Standar, Setan Merah akan jual beberapa pemain yang sedang dengan status utang di club lain. Hal tersebut tentunya untuk meningkatkan dana transfer buat beli pemain baru.

Di bawah ini tiga pemain utang yang akan dipasarkan Manchester United seperti dikutip The4thofficial.

Alexis Sanchez

Bekas pemain Barcelona ini geser ke Inter Milan dengan posisi utang musim panas kemarin. Setan Merah benar-benar ingin singkirkan si pemain.

Striker Chile itu belum dapat memperlihatkan performa terbaik di Manchester United. Transfernya ke Old Trafford atas tekanan Jose Mourinho belum sukses untuk ke-2 faksi. Tidak mendapatkan pilihan lain, club putuskan untuk meminjamkannya ke Inter serta aksinya di Italia pun tidak berjalan sesuai dengan gagasan.

Tidak mendapatkan tempat reguler di Italia, Sanchez cuma tampil 9x untuk Inter serta cetak 1x. Antonio Conte kelihatannya tidak tertarik untuk menjaga Sanchez pada musim depan.

Sekarang Ed Woodward harus mendapatkan club baru untuk Sanchez. United mengharap dapat selekasnya melepas Sanchez di bursa transfer hingga beban upah mereka turun dengan cara besar.

Chris Smalling

Pemain internasional Inggris ini masuk dengan Manchester United di tahun 2010. Dia telah tampil dengan teratur di barisan pertahanan Setan Merah sampai musim kemarin.

Tetapi, performanya makin lama makin lebih buruk. United tidak punyai alternatif lain kecuali mengirimnya dengan posisi utang ke AS Roma.

Bermain untuk team Serie A mendadak dapat tingkatkan perform Smalling. Musim ini dia sudah tampil 21 kali untuk club ibukota.

Performa Victor Lindelof masih nampak belum persisten. Terkecuali club dapat datangkan pemain seperti Koulibaly pada panas musim ini, Smalling masih punyai ruangan di tim.

Marcos Rojo

Pemain Argentina ini masuk dengan Manchester United pada 2014. Sebelum jalani waktu pinjaman di Estudiantes pada bursa transfer musim dingin belakangan ini, dia cuma mainkan 76 laga liga untuk Setan Merah.

Untuk bek tengah, Rojo dapat juga bermain di tempat bek kiri. Tetapi, kedahsyatan Rojo untuk pemain belakang dirusak oleh luka.

Pemain berumur 30 tahun ini tidak masuk ke gagasan Ole Gunnar Solskjaer. Sekarang, United punyai pekerjaan berat untuk mendapatkan club baru buat Rojo dalam tempo dekat.

Sumber asli: The4thofficial

Wilfried Zaha, Rumor Skandal dengan Putri David Moyes, serta Masa Sulit di Manchester United

Manchester – Wilfried Zaha alami saat-saat susah di dalam bermain di Manchester United pada musim 2013-2015. Satu antara masalah yang merecokinya ialah isu mengenai skandal dengan putri David Moyes.

Tempat Wilfried Zaha jadi susah sebab waktu itu David Moyes dengan status manager Manchester United. Zaha menyebutkan club tidak banyak menolong pada periode susah profesinya.

Menurut pemain yang sekarang menguatkan Crystal Palace itu, dianya mengakui tidak sempat berjumpa dengan putri Moyes ditambah lagi merajut jalinan.

“Tidak ada seorang juga di club yang katakan apa saja pada saya. Saya tidak tahu apakah yang harus dilaksanakan. Saya ingat menulis di Twitter mengenai rumor itu dengan menyebutkan itu isu yang konyol, sebab rasa-rasanya telah terlalu berlebih,” kata Zaha pada pembicaraan dengan Rio Ferdinand di kanal Youtubenya, seperti dikutip Mirror, Senin (8/6/2020).

“Saya harus menjelaskan suatu hal sendiri serta mencuit di Twitter. Selanjutnya saya ingat sisi media club kirim pesan pada saya serta katakan ‘kamu semestinya tidak lakukan itu’. Serta saya memikir mereka tidak menolong saya.”

“Saya betul-betul sendirian, alami kesusahan sebab beberapa orang katakan saya tidur dengan putri manager, hingga Moyes tidak mainkan saya.”

“Hal yang menggelikan, manager tidak datangi saya untuk bicara mengenai ini? Itu yang saya alami. Sampai sekarang ini beberapa orang masih memikir isu itu betul. Walau sebenarnya saya tidak sempat berjumpa dengan putrinya,” sambung Wilfried Zaha.

Zaha Alami Depresi

Situasi itu membuat Wilfried Zaha tidak dapat bermain dengan tenang. Ditambah lagi waktu itu umurnya masih muda, belum mempunyai banyak pengalaman.

Saat-saat di Old Trafford jadi berasa berat buat Zaha.

“Saya depresi. Saya baru 19 tahun serta tinggal di Manchester. Selekasnya sesudah balik dari tour serta saya tidak dimainkan sebab fakta apa saja, beberapa orang mulai membuat isu,” ingat Zaha.

“Saya sendirian di Manchester serta tidak bermain, jadi isu itu cukup membuat depresi.”

“Beberapa orang terus mengulas hal tersebut. Saya menyaksikannya jadi viral di Twittter. Beberapa orang menyebutkan bagaimana dapat ksaya bermain demikian bagus waktu tour pramusim dan lenyap seperti debu. Tidak ada yang katakan apa saja. Beberapa orang menyangka saya tidur dengan putri manager. Kemudian Twitter saya meluap dengan isu itu,” kata Zaha.

Sesudah tidak mendapatkan tempat di tim MU, Zaha habiskan waktu dengan dipinjami ke sejumlah club, yakni Crystal Palace serta Crystal Palace. Pada 2015, dia pada akhirnya geser dengan cara permanen ke Palace serta bertahan sampai saat ini.

Sumber: Mirror

5 Permasalahan Akut yang Merongrong Barcelona Musim Ini: Blaugrana di Titik Nadir!

Jakarta – Bekas arsitek Real Betis, Quique Setien, sah jadi pelatih Barcelona, Selasa (14/1/2020) yang lalu. Quique Setien gantikan Ernesto Valverde yang dikeluarkan manajemen El Barca. Dia dituntut membereskan bermacam permasalahan di club barunya yang terjadi dua musim paling akhir.

Ketetapan Barcelona menunjuk Quique Setien untuk pelatih baru dapat disebut cukup megejutkan. Pelatih berumur 61 tahun bukan figur yang terkenal.

Ditambah lagi sebelum dipilih untuk pelatih Los Cules, Setien tidak sedang melatih club mana saja. Club paling akhir yang diatasi Setien adalah Real Betis sebelum ditendang manajemen club itu.

Sekarang, Quique Setien sah jadi juru strategi Lionel Messi dkk. Deretan pekerjaan berat telah menunggu Setien.

Quique Setien dituntut membuat Barcelona kembali lagi berjaya, baik di arena domestik atau Eropa. Terakhir kali El Barca merengkuh piala berprestise Eropa, Liga Champions, pada musim 2014-2015.

Kemudian perform Barcelona malah turun. El Barca sering berhenti di set perempat final, khususnya dalam tiga musim paling akhir.

Setien minimal dapat mempertahan tempat pucuk klassemen La Liga hingga dapat kembali lagi mempertahan titel juara yang dicapai Ernesto Valverde dengan cara beruntun. Dapatkah si bos baru lakukan itu? Jelas tidak gampang. Telah kebanyakan permasalahan sulit menerpa Barcelona.

Apa-apa saja permasalahan club satu ini? Baca penjelasan berikut ini.

Manajemen yang Amburadul

Dua bekas pemain Barcelona, Carles Puyol serta Xavi Hernandes, sempat menampik kedudukan bersama-sama bekas timnya itu. Satu antara fakta yang membuat dua legenda itu menampik ambil kedudukan di El Barca adalah kericuhan politik club.

Situasi itu yang membuat Pep Guardiola pilih keluar dari Camp Nou. Sudah diketahui, Josep Maria Bartomeu membuat beberapa ketetapan polemis semasa memegang tempat presiden di Barcelona.

Satu antara kebijaksanaan yang terbanyak memetik sorotan adalah waktu biarkan Neymar keluar ke Paris-Saint Germain. Sikap Bartomeu itu langsung membuat publik marah.

Sekarang ini, Bartomeu sedang dalam periode kedua-duanya memegang untuk Presiden. Bukan tidak kemungkinan ada set politik baru di badan Barcelona.

Setien harus dapat menangani impak berat di luar lapangan.

Permainan Tiki-taka yang Mulai Kedaluwarsa

Barcelona diketahui dengan perebutan bola. Khususnya waktu El Barca ada di bawah kendali Pep Guardiola.

Tetapi, perlahan-lahan tetapi tentu keunikan itu mulai hilang. Sesudah Guardiola pergi, beberapa pelatih seperti Tata Martino, Luis Enrique serta Ernesto Valverde dipandang tidak mempunyai konsep sepak bola yang sama juga dengan Guardiola.

Di lain sisi, Setien memang tidak setenar dengan beberapa pelatih awalnya. Tetapi, Setien minimal dapat kembalikan keunikan permainan Barcelona yag memercayakan perebutan bola.

Banyak yang mengharap Setien dapat kembali lagi membuat Barcelona mengaplikasikan strategi tiki-taka. Sudah diketahui, tiki-taka jadi satu antara strategi yang sangat disenangi fans Barcelona.

Cuma Setien bukan tukang sulap. Kenyataannya Barcelona sekarang ini tidak punyai beberapa pemain yang dapat bermain permainan itu. La Masia tengah paceklik cetak pemain bermutu sesudah masa emas Lionel Messi, Xavi, serta Andres Iniesta.

Di lain sisi taktik tiki-taka mulai mudah dibaca musuh. Style pressing ketat ala Jurgen Klopp di semi-final Liga Champions musim kemarin meluluh-lantahkan permainan indah legendaris punya Barcelona ini.

Mulai Kehilangan Taji di Eropa 

Pada masa kepelatihan Pep Guardiola, Barcelona sukses merengkuh 2 piala Liga Champions serta Piala Super Eropa. Kemudian, Guardiola pergi pada 2012.

Sesudah Guardiola keluar, El Barca cuma mendapatkan satu gelar Liga Champions, yaitu pada musim 2014-2015. Kemudian Barcelona tersisih di perempat final semasa 3x beruntun.

Paling akhir, Los Cules tersisih dengan cara ironis dari Liverpool pada Liga Champions 2019. Kecuali gelar domestik, piala berprestise antarklub Eropa itu harus jadi fokus utama Quique Setien pada saat pelatihannya.

Bila Setien tidak berhasil, bukan mustahil dia akan memiliki nasib sama dengan Ernesto Valverde yang perlu ditendang Barcelona sebelum kontraknya usai.

Problemnya terakhir Barcelona seperti kehilangan keyakinan diri untuk jadi team paling baik di Eropa. Dua musim paling akhir mereka tersisih dengan menyakitkan. Pernah menang besar di putaran pertama, tetapi tergeletak dengan cara membuat malu di tatap muka ke-2 menantang AS Roma serta Liverpool.

Beban Begitu Berat buat Pelatih Baru

 Belumlah ada 3 hari Quique Setien memegang untuk pelatih Bracelona, tetapi Presiden club, Josep Maria Bartomeu, sudah meningkatkan beban Setien.

Bartomeu mengharap supaya Setien dapat persembahkan treble winner untuk Blaugrana, bila tidak musim ini, minimal 1x selama profesinya di Camp Nou. Itu bermakna Setien harus mengusung piala Liga Champions, Copa del Rey, serta Liga Spanyol.

Situasi itu termasuk juga berat. Reputasi Setien tidak cemerlang. Selama ini, Barcelona baru 2x merengkuh treble winner.

Pertama bersama-sama Pep guardiola pada musim 2008-2009 serta yang ke-2 bersama-sama Luis Enrique pada 2014-2015. Sebatas info, dua pelatih yang sempat merengkuh treble bersama-sama Barca itu mempunyai catatan mengagumkan di arena internasional.

Satu perolehan sasaran telah terlepas dari pegangan, yaitu Copa del Rey. Rasa-rasanya hal paling sesuai kenyataan yang dapat diraih Quique Setien mengantarkan Barcelona menjaga gelar La Liga. Itu juga mereka kudu tambahan usaha keras hadapi lawan penting, Real Madrid, yang terakhir kembali lagi on-fire.

Kebijaksanaan Transfer yang Jelek

Saat La Masia tidak berhasil sediakan beberapa pemain belia siap gunakan dengan level sama dengan generasi awalnya, Barcelona sekian tahun terakhir sangat terpaksa mengambil kantong dalam-dalam untuk datangkan pemain dari club lain.

Ousmane Dembele serta Philippe Countinho misalnya. Telah dihadirkan dengan transfer mahal, kedua-duanya tidak berhasil unjuk kualitas. Dembele semakin banyak ada di meja operasi untuk pengobatan luka berat, sesaat Coutinho yang dipandang mimim andil dipinjami ke Bayern Munchen.

Paling akhir, Frenkie De Jong yang dihadirkan dari Ajax Amsterdam musim ini terancam memiliki nasib sama dengan dua pemain di atas.

Kebijaksanaan transfer Barcelona dapat jelek. Mereka begitu royal beli pemain baru, tanpa ada lihat keperluan fundamental teamnya. Mereka condong kalap.

Sumber: Beberapa sumber

Fakta-Fakta di Balik Kesuksesan Comeback Bundesliga dari Epidemi Virus Corona

 Bulan Maret 2020 dapat disebutkan jadi mimpi jelek buat beberapa penggemar sepakbola di penjuru dunia. Beberapa liga teratas Eropa harus disetop sampai periode waktu yang tidak dipastikan karena epidemi virus corona.

Ya, virus membahayakan itu tengah berkecamuk di benua biru. Korban yang berjatuhan juga sentuh angka beberapa puluh ribu jiwa, hingga meneruskan kompetisi sepakbola di rasa jadi cara bunuh diri.

Tetapi seiring waktu berjalan, epidemi ini mulai berkurang di Eropa. Beberapa negara serta telah mengambil posisi lockdown mereka, hingga wawasan diawalinya kembali lagi pertandingan di Eropa mulai muncul.

Dari beberapa liga teratas Eropa itu, Bundesliga jadi perintis kembalinya diteruskannya kembali lagi musim 2019/20. Walau pernah memunculkan pro serta kontra, tetapi Bundesliga sukses mengadakan laga lagi pada tanggal 16 Mei 2020 tempo hari, serta sekarang ini telah mengadakan minggu ke-4 saat digelontorkan kembali lagi.

Nah kami ingin ajak Bolaneters untuk lihat beberapa bukti dibalik kesuksesan Bundesliga comeback di tengahnya epidemi virus corona, sedetailnya berikut ini.

Datangkan Rekor Penonton

Bundesliga menarik audiensi yang kuat di pasar global penting sesudah kembali lagi berlaga pada Sabtu, 16 Mei, walau laga dimainkan dengan cara tertutup – tanpa ada pemirsa.

Lima laga Bundesliga diawali hari Sabtu jam 1/2 empat sore waktu ditempat, mengundang perhatian lebih dari pada 3,6 juta pirsawan untuk setiap liputan tidak sama yang ditawarkan oleh penyiar tv berbayar, Sky Deutschland.

Berdasar data yang dikumpulkan BT Sport malam itu, pada laga Borussia Dortmund kontra Schalke 04 tertera kurang-lebih 500.000 pemirsa yang online cuma dari Inggris saja. BT menyiarkan empat laga Bundesliga yang lain di semua alirannya, yang dengan cara relevan tingkatkan jumlah itu.

Di Amerika Serikat, rating siaran Revierderby alias Dortmund kontra Schalke pada tayangan tv berbayar Fox Sports disampaikan naik 725 % – tertera di akhir laga yang diperlihatkan di aliran.

Bundesliga sekarang ini adalah salah satu sepak bola level atas Eropa yang ada siaran langsungnya untuk beberapa fansnya di penjuru dunia, serta banyak pirsawan di luar Jerman sudah minta beberapa penyiar internasional untuk menyiarkan minimal pertandingan-pertandingan dengan cara gratis. Robert Klein, kepala eksekutif internasional Bundesliga menjelaskan jika liga akan memberi suport penuh pada penyiar yang akan melakukan.

Penonton Karton

Saat sepak bola pada akhirnya kembali lagi (normal), tentunya akan berjalan di belakang bilik yang tertutup rapat. Geisterspiel, mereka mengatakan. Arti yang dipakai dalam beberapa cabang olahraga –terutama sepak bola- untuk memvisualisasikan laga yang dimainkan pada situasi dimana pemirsa tidak diperkenankan ada di stadion.

Kreasi menaklukkan kebosanan, serta untuk menangani atmosfer hampa yang dikarenakan kosongnya stadion, Borussia Moenchengladbach serta beberapa fansnya sudah ambil pendekatan baru untuk isi Borussia-Park lebih dari 10.000 potongan karton bergambarkan fans mereka untuk sisi dari kampanye #StayAtHome. Serta jadilah #StayAtStand!

Pada laga Die Fohlen menantang Bayer Leverkusen belakangan ini nampak formasi karton yang masih tetap terpampang rapi disamping tribun stadion, walau tertera karton-karton itu sudah dipasang semenjak bulan April kemarin.

Menjaga Jarak Dengan Style

Selebrasi gol juga turut terkena “jarak”-nya. Pada satu penuntasan pintar yang tempatkan BVB unggul 1-0 menantang Schalke, adalah gol ke-10 Haaland dalam sembilan laga terakhir kalinya untuk Dortmund yang membuat lakukan selebrasi dengan style “jarak sosial” baru di pojok lapangan.

Dia nampak berdansa enjoy sambil ketawa bersama-sama rekanan satu teamnya yang nampak jaga jarak saat pemain internasional Norwegia berumur 19 tahun itu berselebrasi ria.

(Bundesliga)

Hasil serta Klassemen Spieltag ke-29 Bundesliga: Bayern serta Dortmund Acara pesta Gol

Bayern Munchen serta Borussia Dortmund tidak menjumpai masalah yang cukup bermakna di spieltag ke-29 Bundesliga 2019/2020. Ke-2 team teratas klassemen acara pesta gol ke gawang beberapa lawannya.

Bayern Munchen melayani Fortuna Dusseldorf di Allianz Ajang. Tim garapan Hansi Flick sedang dalam perform paling baik. Mereka juga menang gampang dengan score 5-0 atas tamunya.

Robert Lewandowski menjadi lagi pembeda. Pemain dari Polandia itu cetak 2 gol. Sekarang, Lewandowski sudah cetak 29 gol serta jadi top scorer Bundesliga. Ia terus cetak gol.

Di tempat lain, Dortmund memang gampang atas Paderborn, juru kunci klassemen. Pasukan Lucien Favre menang dengan score 1-6. Tanpa ada Erling Haaland, ada Jadon Sancho yang tampil cemerlang dengan catatan tiga golnya.

Kemenangan juga penting dicapai Bayer Leverkusen. Melalui gol tunggal Kai Haverts, Leverkusen menang 1-0 atas Freiburg. Mereka sekarang ada di empat besar klassemen Bundesliga dengan 56 point.

Borussia Monchengladbach menang juga serta memeriahkan papan atas klassemen. Faktae Plea serta mitra menang 4-1 waktu melayani Union Berlin. Sekarang, Monchengladbach ada di tempat ke-3 klassemen dengan 56 point, unggul beda gol dari Leverkusen.

Hasil Spieltag ke-29 Bundesliga

Hasil Laga

Sabtu 30/5/2020

  • Freiburg 0-1 Bayer Leverkusen
  • Wolfsburg 1-2 Eintracht Frankfurt
  • Hertha Berlin 2-0 Augsburg
  • Mainz 05 0-1 Hoffenheim
  • Schalke 04 0-1 Werder Bremen
  • Bayern Munchen 5-0 Fortuna Dusseldorf

Minggu 31/06/2020

  • Borussia Monchengladbach 4-1 Union Berlin
  • Paderborn 1-6 Borussia Dortmund

Jadwal Laga

Selasa 02/06/2020

  • 01.30 WIB – FC Koln versus RB Leipzig

Klassemen Spieltag ke-29 Bundesliga

Daftar top scorer sesaat:

Sumber: Bundesliga

No Haaland No Party? Ah, Dortmund Masih Punyai Jadon Sancho

Erling Haaland alami luka di pertandingan menantang Bayern Munchen. Ini membuat Dortmund disangsikan dapat menang serta cetak banyak gol waktu bertemu Paderborn. Lalu, apakah yang berlangsung?

Dortmund bertemu Paderborn di spieltag ke-29 Bundesliga 2019/2020. Pertandingan diadakan di Benteler-Arena, Minggu (31/5/2020) pagi hari WIB.

Lucien Favre tidak dapat mainkan Erling Haaland. Striker asal Norwegia itu alami luka. Favre tidak punyai striker tengah alami yang lain. Karena, Paco Alcacer telah dipasarkan Januari 2020 kemarin.

Favre masih mainkan skema 3-4-3, dengan Thorgan Hazard yang dimainkan untuk striker tengah. Ia mendapatkan suport dari Julian Brandt serta Jadon Sancho yang tampil sedikit semakin ke belakang.

No Haaland No Party?

Semenjak awal 2020, Erling Haaland langsung jadi mesin pencetak gol buat Dortmund. Pemain berumur 19 tahun itu sudah cetak 10 gol di Bundesliga. Erling Haaland cetak 30.3 % gol Dortmund semenjak Januari [33 gol].

Tidaklah heran bila selanjutnya Dortmund disangsikan dapat tampil tajam di pertandingan menantang Paderborn.

Tetapi, lepas dari kualitas musuh -Paderborn juru kunci klasemen- Dortmund tampil benar-benar baik.

Dortmund pernah kesusahan di set pertama. Tidak ada gol terbentuk. Namun, di set ke-2, gabungan Thorgan Hazard, Julian Brandt, serta Jadon Sancho tampil sangatlah baik.

Disamping itu, dua wingback yaitu Raphael Guerreiro serta Achrag Hakimi rajin buka ruangan. Dortmund tampil demikian agresif di set ke-2 serta cetak 6 gol. Dortmund menang 1-6 dari Paderborn.

Masih Punyai Jadon Sancho

Jadon Sancho belum memperlihatkan tindakan cemerlang pada tiga awal Bundesliga saat restart. Tetapi, pemain dari Inggris memperlihatkan kelasnya di Benteler-Arena. Ia cetak 3 gol serta jadi ide Dortmund.

Ada peranan penting Julian Brandt serta Thorgan Hazard dibalik hattrick Jadon Sancho. Mereka seringkali buka ruangan serta memberikan sela buat Jadon Sancho untuk masuk dalam kotak penalti. Semasing memberikan astu assist untuk Sancho.

Jadon Sancho jadi pemain paling muda di Bundesliga yang cetak 30 gol.

Dengan catatan hattricknya, sekarang Jadon Sancho sudah cetak 17 gol serta 16 assist di Bundesliga. Dalam soal jumlah gol, Sancho cuma ketinggalan dari Timo Werner [24 gol] serta Robert Lewansdowski [29 gol].

Sumber: Bundesliga

Istanbul 2020: Final Liga Champions yang Kemungkinan Tidak Akan Sempat Terjadi

Minggu, 31 Mei 2020, pagi hari WIB barusan semestinya kita melihat tanding dua team terkuat eropa dalam final Liga Champions. Sayangnya laga penuh gengsi itu harus dipending sebab epidemi virus corona.

Waktu artikel ini mengudara pada Minggu malam, kemungkinan Bolaneters masih lihat siaran lagi beberapa gol yang terbentuk. Terutamanya bila team kecintaan Anda yang menjadi juara, entahlah dengan berapakah gol.

Sayangnya hal tersebut tidak ada, minimal belum. Semestinya tanding seru itu dimainkan di stadion bersejarah, Ataturk Olimpiyat Stadi, Istanbul. Saat ini, UEFA juga belum juga memutuskan masalah lanjutan pertandingan club nomor satu itu.

Akankah Liga Champions 2019/20 ini sukses dituntaskan secara baik?

Akan Tidak sama

Final Liga Champions kesempatan ini akan diketahui untuk final yang tidak berjalan seperti harusnya. Semestinya laga pemungkas itu dapat di nikmati fans, pertandingan intensif, tanpa ada masalah Covid-19, serta ke-2 finalis dapat datang di stadion dengan lumrah.

Saat ini, konsentrasi UEFA ialah bagaimana dapat meneruskan tersisa pertandingan babak luruh Liga Champions, apabila kemungkinan sampai di partai final. Memang beberapa liga domestik telah siap-siap mengawali musim kembali lagi, tetapi kondisinya sedikit semakin susah buat Liga Champions.

Bagaimana tidak, babak luruh Liga Champions semestinya dimainkan dalam pola kandang-tandang, tanding final juga dimainkan dalam tempat netral. Tetapi, prosedur keselamatan ditengah-tengah epidemi virus corona akan menyulitkan perjalanan luar negeri.

Kemungkinan Geser Tempat

Kemungkinan besar final akan dimainkan tanpa ada pemirsa, bahkan bisa saja UEFA harus mengganti stadion untuk pertandingan final. Tubuh paling tinggi sepak bola Eropa itu masih menggodok ide menyelesaikan tersisa laga di stadion-stadion spesifik.

Lalu, seandainya semua berjalan dengan baik serta final sukses diadakan, kapten team yang menjadi juara juga kemungkinan harus mengusung trodi sekalian jaga prosedur physical distancing alias menjaga jarak.

New normal atau perkembangan rutinitas ini akan membuat selebrasi jadi berasa cemplang, seperti waktu lihat RB Salzburg rayakan gelar Piala Austria akhir minggu ini. Rasa-rasanya seperti melihat video game.

Gagasan UEFA

Beberapa minggu kemarin, UEFA pernah mengharap masih dapat mainkan final di Istanbul, tetapi mundur jadi 27 Juni 2020. Sayangnya gagasan itu juga harus dicoret, mengingat pertandingan domestik harus dituntaskan.

Saat ini, gagasan UEFA ialah mengadakan tatap muka besar pada 17 Juni 2020 akan datang untuk tentukan agenda baru. Belumlah ada deskripsi tentu, tetapi peluang mereka ingin menyelesaikan pertandingan diakhir Agustus.

Sasaran itu juga tidak gampang dipenuhi. Sekarang ini masih ada banyak pertandingan 16 besar yang belum dituntaskan, ditambah lagi pikirkan perempat final, semi-final, serta final.

Sumber: Sport

Resep Rahasia Sukses Liverpool? Waktu serta Uang

Liverpool dipercaya dapat sukses sebab ingin ikuti resep sukses pelatih-pelatih sekelas Sir Alex Ferguson, Jose Mourinho, serta Pep Guardiola dalam mempercayai Jurgen Klopp. Simpel, pelatih mana juga perlu waktu serta uang yang cukup untuk penuhi harapan.

Pandangan di atas dikatakan oleh analis Premier League, John Barnes. Menurut dia, The Reds pantas dipuji sebab ingin bersabar menanti kerja hasil Klopp semenjak gantikan Brendan Rodgers di tahun 2015 kemarin.

Klopp datang dengan rekam jejak tinggi, keberhasilannya bersama-sama Borussia Dortmund menyusul. Tidak perlu waktu lama, Klopp juga perlahan membuat Liverpool sesuai dengan style bermain yang ia kehendaki.

Walau begitu, Klopp perlu empat tahun untuk persembahkan piala pertama kalinya. Berikut bukti jika meningkatkan team tidak dapat dengan cara instant.

Resep Sukses

Ada ketidaksamaan besar di antara keadaan Klopp dengan keadaan di tim-tim besar yang lain, sebutkanlah dengan keadaan Jose Mourinho saat di Manchester United. Klopp belum pernah memperoleh desakan terlalu berlebih, ia tetap dibantu semaksimal kemungkinan.

Serta saat 3 tahun berlalu tanpa ada piala, fans The Reds masih ingin bersabar serta terus memberikan dukungan Klopp. Buat Barnes, sikap berikut yang menjadi rahasia sukses Liverpool.

“Itu yang sering menjadi rahasia sukses. Sir Alex Ferguson memperoleh waktu dari MU, ia memperoleh suport serta kepercayan penuh dari beberapa pejabat. Oleh karena itu ia dapat membantun team yang mengagumkan hebat,” papar Barnes pada WION.

“Chelsea lakukan hal sama pada Jose Mourinho pada tahun pertama kalinya, serta pada akhirnya mereka mendapatkan banyak piala.”

Memberikan dukungan Pelatih

Buat Barnes, suport penuh itu yang jarang-jarang didapat pelatih-pelatih kekinian. Saat ini ganti-ganti pelatih telah jadi rutinitas, tim-tim condong dengarkan protes fans, bukan memberikan dukungan pelatih semaksimal kemungkinan.

“Club akan sukses bila ingin memberikan pelatih sumber daya yang pas serta waktu yang cukup untuk membuat team,” sambung Barnes.

“Tidak mengagetkan jika Liverpool serta Manchester City adalah dua team paling sukses di sepak bola Inggris dalam 2 tahun paling akhir, karena pelatih di ke-2 club itu betul-betul dipercayai.”

“Kemampuan paling besar tidak ada di tangan pemilik atau pemain,” pungkasnya.

Sumber: WION

Tonali Dianjurkan Gabung Club yang Bermain di Eropa, Juventus atau Inter?

Satu pendapat diberi pelatih tim nasional Italia Roberto Mancini pada Sandro Tonali. Mancini minta Tonali masuk dengan club yang bermain di Eropa jika tinggalkan Brescia.

Tonali sudah jadi omongan semasa beberapa musim paling akhir. Namanya cemerlang sesudah promo ke team penting Brescia pada 2017.

Pada musim 2018/2019 lalu, Sandro Tonali dapat bawa Brescia promo ke Serie A. Sekarang, bakat besar yang dipunyai Sandro Tonali membuat banyak club papan atas mengincarnya.

Tonali diprediksikan akan tinggalkan Brescia panas musim ini. Klub-klub, seperti Inter Milan, Juventus, AC Milan, serta klub-klub di Premier League disebut tertarik padanya.

Pendapat Mancini

Bila tinggalkan Brescia, Mancini minta Tonali masuk dengan club yang bermain di Eropa. Dengan begitu, si pemain dapat mendapatkan banyak pengalaman serta tingkatkan kekuatannya.

“Bila ia masuk dengan club yang bermain di Eropa, ia akan memperoleh semakin banyak pengalaman serta tingkatkan banyak faktor,” kata Mancini pada Rai Sport.

“Tonali bisa bermain di muka pertahanan, di baris tengah tiga pemain, dan juga bertindak semakin ke tengah. Dia dapat menggempur, tembak, serta cetak gol. Ia dapat lakukan apa saja.”

Masalah Balotelli

Mancini menyentuh masalah Mario Balotelli. Bekas pemain Manchester City serta Liverpool itu beritanya tidak bermain lagi untuk Brescia atau Italia sesudah memiliki masalah dalam hubungan dengan club.

“Apakah yang dapat saya sebutkan mengenai Mario?” kata Mancini sekalian mengusung pundak dengan lemas. “Saya mengharap ia kembali lagi berlatih.”

Sumber: Football Italia

5 Prosedur New Normal dari Dokter Tim nasional Indonesia

Pemerintah Indonesia akan mengaplikasikan new normal untuk bikin kehidupan bergeliat lagi ditengah-tengah epidemi virus corona. Tidak kecuali untuk bagian olahraga.

Hal tersebut tentu saja memberikan keuntungan cabang olahraga (cabang olahraga) sepak bola karena peluang pertandingan dapat diputar kembali lagi. Sudah diketahui, Liga 1 serta Liga 2 2020 telah vakum semenjak tengah Maret lalu karena epidemi virus corona.

Walau demikian, new normal dipandang Dokter Tim nasional Indonesia, Syarif Alwi cukup beresiko. Oleh karenanya, dia memberi prosedur kesehatan jika nanti pertandingan kembali lagi berguling.

“Jangan dipandang mudah, new normal malah efek. Jadi jika satu team ada terserang virus corona, harus didrop teamnya dari hotel serta dari laga, dilihat semua jangan ada laga dahulu. Efek semakin besar, disiplin keras,” tutur Syarif.

Syarif juga merekomendasikan supaya semua peserta dari mulai club, pemain, sampai wasit harus lakukan tes virus corona sebelum pertandingan kembali lagi diputar. Usaha itu buat pastikan semua sehat.

“Ruangan tukar, harusnya dapat dua ruang, besar ruangnya supaya menjaga jarak, handuk 1x gunakan. Gelas disposable sekali minum buang. Botol minum kasih nama, hanya itu,” tuturnya.

Baca halaman selanjutnya ya

5 Prosedur New Normal dari Syarif Alwi

  1. Tekankan semua peserta serta piranti mereka telah laksankan rapid tes virus corona serta negatif. Handicap pembiayaan seseorang termurah Rp950 ribu, jika rapid tes Rp300 ribu. Tiba harus gunakan masker.
  2. Kebersihan ruangan tukar, air bersihkan tangan, sabun, Hand Sanitizer, tempat sampah itu harus sediakan untuk mendukung.
  3. Alat latihan harus disemprot disinfektan.
  4. Bis team dapat dua sampai tiga. Contoh 50 orang, jadi 25.
  5. Buat tiga group. Timur, Barat, Tengah.