Termasuk Wander Luiz serta Geoffrey Castillion, 4 Duet Maut Persib Selama Liga Indonesia

Bandung – Duet baris depan team Persib Bandung di pertandingan Liga 1 2020, Wander Luiz serta Geoffrey Castillion, jadi momok yang mencekam pada musim ini. Dengan ketajaman mereka, team Maung Bandung musim ini menempati di pucuk klassemen sesaat Shopee Liga 1 2020.

Dalam tiga pertandingan yang telah dilalui Persib Bandung, Wander Luiz mengumpulkan empat gol sesudah tampil 3x dengan waktu 270 menit. Sedang Geoffrey Castillion mengumpulkan dua gol sesudah tampil 3x dengan waktu 265 menit.

Kerja sama yang bagus dua pemain asing Persib itu cukup mengagetkan, walau sebenarnya mereka baru merasai atmosfer Liga Indonesia. Sayang, pertandingan harus terlambat karena epidemi COVID-19.

Tetapi, jauh sebelumnya, team berjuluk Maung Bandung ini tetap datangkan striker-striker asing yang oke serta menjanjikan.

Kesempatan ini Bola.com menyediakan jejeran duet maut baris depan Persib Bandung selama masa Liga Indonesia, Indonesia Super League, atau Liga 1.

Redouane Barkoui serta Christian Bekamenga

Sama dengan Liga Indonesia 2007, dimana Persib Bandung mempunyai duet maut dalam diri Christian Bekamenga serta Redouanne Barkaoui

Dengan ketajaman mereka, Persib pernah juara paruh musim pada 2007. Beberapa pundi gol juga membuat Persib dipandang team yang akan juara pada musim 2007.

Sayang, pada putaran dua Bekamenga pilih keluar hingga ketajaman baris depan sedikit pincang serta Persib tidak berhasil maju ke set delapan besar dimusim 2007.

Duet penyerang asal Afrika itu sukses memberi 20 dari 45 gol Persib pada Liga Indonesia 2007.

Hilton Moreira-Christian Gonzales

Pada musim 2008, Persib Bandung datangkan duet asal Brasil, Hilton Moreira serta Rafael Bastos. Tetapi, Bastos cuma bermain 1/2 musim. Untuk pertajam kembali lagi baris depan, Persib juga sukses datangkan penyerang tajam asal Uruguay, Cristian Gonzales.

Bekas penyerang Persik Kediri itu langsung memperlihatkan kekuatannya. Dalam 1/2 musim bersama-sama Persib dapat mengumpulkan 14 gol, sesaat tandemnya, Hilton Moreira, mengumpulkan 16 gol.

Duet Hilton serta Gonzales juga dipertahankan Persib pada musim 2009-2010 serta kedua-duanya makin padu dalam membuat gempuran. Pada musim ini, Gonzales cetak 18 gol serta Hilton 10 gol.

Sayang pada musim ke-3nya bersama-sama Persib, produktivitas Hilton serta Gonzales turun. Karenanya, pada musim 2011-2012 Hilton serta Gonzales tidak diperpanjang kontraknya. Semasa menguatkan Persib, (2008-2011), Hilton Moreira mengumpulkan 28 gol dari 67 kali tampil.

Sedang Gonzales (2009-2011) sudah mengumpulkan 90 gol untuk Persib dari 72 kali tampil.

Ezechiel Ndouassel serta Jonathan Bauman

Musim 2018, bobotoh terpesona dengan duet penyerang Ezechiel Ndouassel Jonathan Bauman. Bermain di bawah bimbingan Mario Gomez, kedua-duanya tampil mengagumkan, dimana dalam tiga pertandingan pertama musim 2018, duet Eze-Bauman dapat memberi 4 gol.

“Banyak hal positif yang mereka hasilkan untuk team. Saya percaya mereka akan makin banyak membuahkan gol,” tutur Gomez saat itu.

Gomez menghargai performa yang diperlihatkan Eze-Bauman, meskipun Bauman baru masuk dengan Persib Bandung.

Sayang duet Eze-Bauman tidak tahan lama. Ditambah pelatih Gomez tidak diperpanjang kontraknya oleh manajamen Persib.

Dari 41 gol yang dibuat Persib di Liga 1 2018, Ezechiel memberi 17 gol, sedang Bauman memberi 12 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *